Selain penegakan hukum, upaya pencegahan melalui peningkatan kesadaran masyarakat menjadi elemen yang tidak kalah penting. Edukasi publik mengenai bahaya kejahatan transnasional, khususnya kepada kelompok rentan, perlu dilakukan secara masif dan berkelanjutan. Masyarakat yang memiliki literasi hukum dan informasi yang memadai akan menjadi benteng awal dalam mencegah berkembangnya jaringan kejahatan.
Pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah rawan juga menjadi bagian integral dari strategi antisipasi. Ketika masyarakat memiliki akses terhadap pekerjaan yang layak dan kehidupan yang lebih baik, daya tarik terhadap tawaran ilegal dari sindikat kejahatan akan semakin berkurang. Dengan demikian, pembangunan nasional yang inklusif secara langsung berkontribusi pada penguatan ketahanan nasional.
Taskap ini menegaskan bahwa pendekatan komprehensif integral merupakan pilihan strategis dalam menghadapi kejahatan transnasional. Pendekatan ini menempatkan penegakan hukum, pencegahan, perlindungan korban, dan kerja sama internasional sebagai satu kesatuan yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan.
Dari sisi kepemimpinan nasional, tantangan kejahatan transnasional menuntut lahirnya pemimpin-pemimpin yang memiliki wawasan strategis, kemampuan kolaboratif, serta keberanian dalam mengambil keputusan. Pendidikan dan pemantapan kepemimpinan nasional, seperti yang diselenggarakan Lemhannas RI, menjadi wahana penting dalam membentuk karakter dan kapasitas tersebut.
Melalui kajian ini, terlihat jelas bahwa kejahatan transnasional bukan sekadar persoalan kriminalitas, melainkan isu strategis yang berpotensi memengaruhi keberlangsungan bangsa dan negara. Oleh karena itu, penanganannya harus ditempatkan sebagai bagian dari agenda besar penguatan ketahanan nasional.
Taskap ini memberikan kontribusi pemikiran yang relevan bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan dan strategi keamanan nasional. Analisis yang disajikan menjadi pengingat bahwa dinamika lingkungan strategis kawasan Indo-Pasifik menuntut kesiapsiagaan dan adaptasi yang berkelanjutan. Dengan strategi yang tepat, sinergi yang kuat, serta kepemimpinan nasional yang visioner, Indonesia diharapkan mampu menjaga stabilitas, melindungi warganya, dan memperkokoh ketahanan nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. (AT/BIA)
