Sebagai bagian dari tugas akademik dalam program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXVIII Lemhannas RI Tahun 2025, Kolonel Inf Sutrisno Pujiono, S.E., M.M., M.Han. menyusun Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) berjudul “Sistem Pengelolaan Wilayah Pertahanan Berbasis Agrikultur Guna Mendukung Program Ketahanan Pangan.” Karya ini merefleksikan pemikiran strategis mengenai pentingnya sinergi antara sektor pertahanan dan sektor pertanian sebagai pilar ketahanan nasional di tengah dinamika lingkungan strategis yang semakin kompleks.
Dalam Taskap tersebut ditegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian tidak terpisahkan dari ketahanan nasional. Ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan berkelanjutan menjadi fondasi stabilitas sosial, ekonomi, dan politik suatu negara. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk besar dan kondisi geografis yang luas menghadapi tantangan serius dalam menjaga keberlanjutan pangan, baik akibat perubahan iklim, alih fungsi lahan, maupun ketidakpastian global.
Penulis menyoroti bahwa ketahanan pangan tidak dapat lagi dipandang semata-mata sebagai urusan sektor pertanian. Ketahanan pangan harus ditempatkan sebagai isu strategis nasional yang berkaitan langsung dengan pertahanan negara. Krisis pangan berpotensi menimbulkan instabilitas sosial yang pada akhirnya dapat mengganggu keamanan dan kedaulatan negara apabila tidak dikelola secara sistematis dan terpadu.
Dalam konteks tersebut, wilayah pertahanan memiliki peran strategis yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Berbagai lahan pertahanan, khususnya daerah latihan TNI yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai basis agrikultur produktif tanpa mengurangi fungsi utamanya sebagai sarana pertahanan negara. Pemanfaatan ini menjadi salah satu terobosan yang ditawarkan dalam Taskap.
Taskap ini menggarisbawahi bahwa pengelolaan wilayah pertahanan berbasis agrikultur sejalan dengan konsep pertahanan semesta yang melibatkan seluruh sumber daya nasional. Melalui pendekatan ini, wilayah pertahanan tidak hanya berfungsi sebagai ruang latihan dan pengamanan, tetapi juga sebagai sumber kekuatan ekonomi dan logistik nasional, terutama dalam mendukung ketahanan pangan.
Lebih lanjut, penulis menjelaskan bahwa keterlibatan TNI dalam mendukung ketahanan pangan merupakan bagian dari tugas Operasi Militer Selain Perang. Melalui pemberdayaan wilayah pertahanan, TNI dapat berperan aktif dalam membantu pemerintah meningkatkan produksi pangan, khususnya di wilayah terpencil, perbatasan, dan daerah rawan pangan.
