Kerangka kebijakan adaptasi yang kuat juga harus mampu mengakomodasi keragaman kondisi lokal. Indonesia tidak dapat menerapkan pendekatan seragam dalam menghadapi perubahan iklim. Setiap wilayah memiliki karakteristik risiko, kapasitas, dan kebutuhan adaptasi yang berbeda, sehingga kebijakan perlu dirancang secara fleksibel dan kontekstual.
Dalam perspektif ketahanan nasional, adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim berkontribusi langsung pada stabilitas nasional. Ketahanan pangan, keamanan energi, keberlanjutan lingkungan, dan kohesi sosial sangat dipengaruhi oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola risiko iklim. Kegagalan adaptasi berpotensi memicu krisis multidimensi yang berdampak luas.
Taskap ini juga menyoroti bahwa perubahan iklim dapat menjadi katalis konflik sosial apabila tidak dikelola dengan baik. Perebutan sumber daya air, pangan, dan lahan akibat tekanan iklim dapat meningkatkan potensi konflik horizontal maupun vertikal. Oleh karena itu, adaptasi yang inklusif dan berkeadilan menjadi prasyarat penting bagi stabilitas nasional.
Melalui analisis yang komprehensif, karya ini menawarkan pandangan bahwa adaptasi masyarakat bukan sekadar isu teknis, melainkan bagian integral dari strategi pertahanan non-militer bangsa. Penguatan kapasitas adaptif masyarakat berarti memperkuat fondasi ketahanan nasional dari tingkat paling dasar.
Sinergi antara kebijakan nasional, kepemimpinan strategis, dan inisiatif lokal menjadi kunci keberhasilan adaptasi perubahan iklim. Negara berperan menciptakan ekosistem kebijakan yang kondusif, sementara masyarakat menjadi pelaku utama dalam implementasi adaptasi di lapangan. Kolaborasi ini akan menghasilkan ketahanan yang bersifat dinamis dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, dinamika adaptasi masyarakat terhadap risiko sistemis perubahan iklim sebagaimana dikaji dalam Taskap ini memberikan pelajaran penting bahwa ketahanan nasional dibangun dari bawah ke atas. Dengan memberdayakan masyarakat, menghargai kearifan lokal, dan memperkuat kepemimpinan nasional yang adaptif, Indonesia memiliki peluang besar untuk menghadapi tantangan perubahan iklim secara tangguh, inklusif, dan berkelanjutan demi masa depan bangsa. (MF/BIA)
