Meneguhkan Politik Luar Negeri Indonesia untuk Ketahanan Ekonomi Nasional di Tengah Dinamika Global

Sebagai bagian dari pelaksanaan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pemimpin Nasional (P4N) LXVIII Lemhannas RI Tahun 2025, Kolonel Inf Ryan Hanandi, S.Sos., M.Han menyusun Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) berjudul “Politik Luar Negeri Indonesia Guna Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Nasional”. Karya ilmiah ini menjadi refleksi strategis atas peran politik luar negeri Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, sekaligus menegaskan pentingnya diplomasi ekonomi sebagai instrumen utama dalam menjaga kepentingan nasional.

Dalam Taskap tersebut, Ryan Hanandi menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia tidak dapat dilepaskan dari amanat konstitusi dan prinsip bebas aktif sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri. Prinsip ini menempatkan Indonesia sebagai negara yang tidak berpihak pada kekuatan tertentu, namun tetap aktif berkontribusi dalam menciptakan tatanan dunia yang damai, adil, dan seimbang demi kepentingan nasional.

Ketahanan ekonomi nasional dipandang sebagai salah satu pilar utama ketahanan nasional yang menentukan keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Dalam konteks globalisasi dan interdependensi antarnegara, ketahanan ekonomi tidak hanya ditopang oleh kekuatan domestik, tetapi juga oleh kemampuan negara dalam memanfaatkan hubungan internasional secara strategis dan saling menguntungkan.

Ryan Hanandi menguraikan bahwa dinamika geopolitik global, rivalitas kekuatan besar, serta ketidakpastian ekonomi dunia menuntut Indonesia untuk memiliki kebijakan luar negeri yang adaptif dan visioner. Politik luar negeri harus mampu merespons perubahan lingkungan strategis global tanpa mengorbankan kedaulatan dan kepentingan ekonomi nasional.

Salah satu fokus penting dalam Taskap ini adalah keanggotaan Indonesia dalam BRICS sebagai forum kerja sama negara-negara ekonomi berkembang. Keanggotaan tersebut dipandang membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas akses pasar, meningkatkan investasi, serta memperkuat posisi tawar dalam percaturan ekonomi global yang selama ini didominasi negara-negara maju.

Melalui BRICS, Indonesia berkesempatan memperkuat kerja sama Selatan-Selatan yang menekankan solidaritas, kesetaraan, dan kepentingan bersama antarnegara berkembang. Kerja sama ini dinilai sejalan dengan jati diri politik luar negeri Indonesia yang menjunjung tinggi keadilan global dan kemandirian nasional.

Scroll to Top