Penguatan SDM Unggul Melalui Pendidikan Karakter dan Soft Skill Generasi Alpha Guna Menyongsong Indonesia Emas 2045 dalam Rangka Mendukung Ketahanan Nasional

Kertas Kerja Perseorangan (KKP) yang ditulis oleh Brigadir Jenderal TNI Mahfud Ghozali, S.I.P., peserta Program Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXV Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia Tahun 2025, mengangkat judul “Penguatan SDM Unggul Melalui Pendidikan Karakter dan Soft Skill Generasi Alpha Guna Menyongsong Indonesia Emas 2045 dalam Rangka Mendukung Ketahanan Nasional”. Karya ilmiah ini menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia unggul merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan bangsa menuju satu abad kemerdekaan Indonesia.

Dalam konteks visi Indonesia Emas 2045, kualitas manusia Indonesia menjadi faktor determinan yang tidak dapat ditawar. Peningkatan kapasitas intelektual saja tidak cukup, karena tantangan global yang semakin kompleks menuntut generasi masa depan yang memiliki integritas moral, daya tahan mental, kemampuan kolaboratif, serta kecakapan adaptif terhadap perubahan teknologi dan sosial.

Generasi Alpha, yakni mereka yang lahir setelah tahun 2010, tumbuh dalam lanskap digital yang sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya. Paparan teknologi sejak usia dini membentuk karakter belajar yang cepat, visual, dan instan. Namun tanpa penguatan karakter dan pengendalian nilai, keunggulan digital tersebut berpotensi menjadi kerentanan sosial yang melemahkan kohesi kebangsaan.

KKP ini memotret realitas ketimpangan pembangunan manusia di Indonesia yang masih terlihat jelas antarwilayah. Data Indeks Pembangunan Manusia menunjukkan disparitas antara provinsi dengan kategori sangat tinggi dan provinsi dengan kategori rendah. Ketimpangan tersebut tidak hanya mencerminkan perbedaan ekonomi, tetapi juga berimplikasi pada kualitas pendidikan karakter dan pengembangan soft skill generasi muda.

Fenomena kenakalan remaja dan meningkatnya kompleksitas perilaku menyimpang menjadi indikator bahwa pendidikan karakter belum sepenuhnya berjalan optimal. Perubahan bentuk kenakalan dari sekadar pelanggaran disiplin ringan menuju tindakan kriminal yang lebih serius menunjukkan adanya celah dalam sistem pembinaan nilai dan penguatan kontrol sosial.

Dalam perspektif ketahanan nasional, kualitas karakter generasi muda berkorelasi langsung dengan stabilitas sosial dan daya tahan bangsa. Ketahanan nasional bukan hanya soal pertahanan militer, melainkan juga menyangkut kekuatan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan secara terpadu.

Scroll to Top