Menguatkan Ketahanan Nasional Melalui Optimalisasi Budaya Yogyakarta sebagai Pilar Pariwisata Indonesia

Dr. Zulkifli Harahap, M.M.Par., CHE sebagai peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXV Lemhannas RI Tahun 2025 menyusun Kertas Kerja Perorangan berjudul “Optimalisasi Pemberdayaan Budaya Yogyakarta sebagai Pilar Pariwisata Indonesia Guna Mendukung Ketahanan Nasional” yang menyoroti pentingnya budaya sebagai fondasi strategis dalam pembangunan pariwisata nasional dan penguatan ketahanan bangsa.

Pariwisata berbasis budaya kini menjadi salah satu sektor unggulan dalam pembangunan nasional yang tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berperan dalam menjaga identitas bangsa. Dalam konteks globalisasi, budaya menjadi pembeda sekaligus kekuatan utama dalam menarik minat wisatawan.

Yogyakarta sebagai pusat kebudayaan Jawa memiliki kekayaan tradisi, seni, dan nilai-nilai luhur yang masih terjaga hingga saat ini. Keunikan ini menjadikannya sebagai destinasi wisata budaya unggulan yang memiliki daya saing tinggi baik di tingkat nasional maupun internasional.

Budaya Yogyakarta tidak hanya berfungsi sebagai warisan, tetapi juga sebagai aset ekonomi yang mampu menggerakkan berbagai sektor seperti industri kreatif, kuliner, kerajinan, hingga seni pertunjukan. Hal ini menunjukkan bahwa budaya memiliki nilai strategis dalam pembangunan ekonomi daerah.

Kontribusi sektor pariwisata berbasis budaya terhadap perekonomian daerah Yogyakarta terlihat dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan serta berkembangnya usaha mikro, kecil, dan menengah yang berbasis budaya lokal. Dampak ini secara langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain aspek ekonomi, budaya juga berperan dalam memperkuat kohesi sosial masyarakat. Tradisi seperti gotong royong, upacara adat, dan kegiatan budaya menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial dan menjaga harmoni dalam kehidupan masyarakat.

Dalam perspektif ketahanan nasional, budaya merupakan bagian penting dari gatra sosial budaya yang berfungsi sebagai benteng terhadap pengaruh negatif globalisasi. Ketahanan budaya yang kuat akan memperkokoh identitas nasional dan menjaga stabilitas sosial.

Scroll to Top