Pemberdayaan Masyarakat Pesisir sebagai Pilar Pembangunan Nasional dan Ketahanan Nasional

Laksamana Pertama TNI Deny Prasetyo melalui Kertas Kerja Perorangan (KKP) Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVI Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Guna Mendukung Pembangunan Nasional Dalam Rangka Ketahanan Nasional” sebagai kajian strategis dalam memperkuat posisi masyarakat pesisir sebagai subjek pembangunan nasional.

Indonesia sebagai negara maritim memiliki wilayah pesisir yang sangat luas dengan potensi ekonomi, sosial, dan pertahanan yang besar. Kawasan pesisir menjadi ruang hidup jutaan masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sumber daya laut dan perikanan.

Masyarakat pesisir memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional, menjaga stabilitas ekonomi maritim, serta memperkuat kedaulatan wilayah laut Indonesia. Namun demikian, berbagai persoalan mendasar masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan wilayah pesisir.

Kemiskinan, rendahnya kualitas pendidikan, keterbatasan akses kesehatan, dan minimnya infrastruktur menjadi persoalan yang terus dihadapi masyarakat pesisir di berbagai daerah. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap rendahnya daya saing ekonomi masyarakat.

Selain itu, ketergantungan terhadap sistem ekonomi tradisional menyebabkan masyarakat pesisir rentan terhadap perubahan cuaca, fluktuasi harga hasil laut, dan tekanan ekonomi global. Situasi ini memperlihatkan pentingnya transformasi pembangunan pesisir yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kajian ini menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat pesisir tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi semata, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, dan pembangunan sosial masyarakat.

Dalam perspektif ketahanan nasional, masyarakat pesisir memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan wilayah maritim Indonesia. Oleh karena itu, penguatan kapasitas masyarakat pesisir menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas nasional dan kedaulatan negara.

Permasalahan lain yang dihadapi masyarakat pesisir adalah rendahnya akses terhadap teknologi modern dan digitalisasi sektor kelautan. Banyak nelayan tradisional masih menggunakan metode sederhana dengan produktivitas yang rendah.

Scroll to Top