Di sisi domestik, pencak silat perlu diperkuat perannya dalam dunia pendidikan sebagai media pembentukan karakter sejak dini. Integrasi pencak silat dalam kegiatan ekstrakurikuler yang berkelanjutan, didukung oleh pelatih berkualitas dan kurikulum berbasis nilai kebangsaan, diyakini mampu menanamkan nasionalisme secara lebih kontekstual kepada generasi muda.
Selain pendidikan, penguatan ekosistem pencak silat juga memerlukan dukungan infrastruktur, pendanaan, dan pembinaan organisasi yang konsisten. Pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat memberikan afirmasi kebijakan agar pencak silat tidak hanya hidup di komunitas tertentu, tetapi berkembang merata di seluruh wilayah Indonesia.
Peran media massa dan media digital juga menjadi faktor penting dalam membangun citra positif pencak silat di kalangan generasi muda. Narasi pencak silat perlu dikemas secara modern dan relevan dengan gaya hidup anak muda, tanpa kehilangan esensi nilai-nilai luhurnya. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik pencak silat di tengah persaingan budaya global.
Taskap ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan pencak silat sebagai instrumen persatuan. Sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat luas menjadi kunci keberhasilan dalam membangun ekosistem pencak silat yang berkelanjutan.
Dengan pendekatan yang terintegrasi, pencak silat dapat berfungsi ganda sebagai sarana pelestarian budaya dan pembentuk karakter generasi muda. Nilai-nilai persaudaraan, sportivitas, dan cinta tanah air yang terkandung di dalamnya menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi ketahanan nasional.
Di tengah tantangan global dan dinamika sosial yang terus berubah, upaya membangun nasionalisme generasi muda harus dilakukan secara kreatif dan kontekstual. Olahraga, khususnya pencak silat, menawarkan jalan tengah yang efektif antara tradisi dan modernitas dalam membangun karakter bangsa.
Kertas Karya Ilmiah Perseorangan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif bagi para pemangku kepentingan. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan yang lebih berpihak pada penguatan budaya dan karakter bangsa melalui olahraga. (MF/BIA)
