Aspek lingkungan hidup mendapat perhatian serius dalam pembahasan Taskap ini. Hilirisasi industri harus dilaksanakan dengan prinsip keberlanjutan dan berwawasan lingkungan agar tidak menimbulkan kerusakan ekologis jangka panjang. Penggunaan teknologi ramah lingkungan dan penerapan standar ESG menjadi bagian integral dari strategi hilirisasi yang bertanggung jawab.
Dalam perspektif ketahanan nasional, hilirisasi industri berkontribusi langsung terhadap penguatan gatra ekonomi. Peningkatan ketahanan ekonomi akan berdampak positif pada gatra-gatra lainnya, seperti sosial, politik, dan pertahanan keamanan. Dengan ekonomi yang kuat dan mandiri, negara memiliki ruang fiskal dan strategis yang lebih besar dalam menghadapi berbagai ancaman.
Taskap ini menekankan perlunya sinergi lintas sektor dan lintas wilayah dalam mempercepat hilirisasi industri. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan swasta harus bergerak dalam satu kerangka kebijakan yang terintegrasi. Tanpa sinergi tersebut, potensi besar hilirisasi berisiko terfragmentasi dan tidak menghasilkan dampak maksimal.
Dari sisi tata kelola, penguatan kelembagaan menjadi prasyarat utama keberhasilan hilirisasi. Pembentukan satuan tugas percepatan hilirisasi dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan koordinasi, pengawasan, dan penyelesaian hambatan di lapangan. Tata kelola yang efektif akan meningkatkan efisiensi dan kepercayaan investor.
Taskap ini juga menyoroti pentingnya diferensiasi insentif bagi pelaku usaha yang berorientasi pada hilirisasi. Insentif fiskal dan nonfiskal yang berbasis kinerja dapat mendorong industri untuk bergerak ke hilir dan tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah. Kebijakan ini akan mempercepat transformasi struktur ekonomi nasional.
Dalam jangka panjang, hilirisasi industri diharapkan mampu mengubah posisi Indonesia dalam peta ekonomi global. Dari negara pemasok bahan mentah, Indonesia dapat bertransformasi menjadi pusat produksi dan inovasi industri berbasis sumber daya alam. Transformasi ini akan meningkatkan daya saing nasional sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi. Dengan komitmen, konsistensi, dan sinergi nasional, hilirisasi industri dapat menjadi fondasi kokoh bagi peningkatan pendapatan negara dan ketahanan nasional Indonesia. (MF/BIA)
