Penguatan Sistem Pendidikan Nasional sebagai Fondasi Daya Saing Bangsa

Lingkungan strategis global juga memberi tekanan kuat terhadap sistem pendidikan nasional. Perkembangan teknologi digital, mobilitas tenaga kerja internasional, serta dinamika geopolitik menuntut sistem pendidikan yang adaptif dan tangguh. Pendidikan tidak hanya dituntut mencetak lulusan cerdas, tetapi juga lulusan yang memiliki daya lenting dan wawasan global.

Pandemi global yang terjadi beberapa tahun terakhir menjadi pelajaran penting tentang ketahanan sistem pendidikan. Perubahan drastis dalam metode pembelajaran menegaskan perlunya transformasi digital pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Tanpa kesiapan sistem dan sumber daya, krisis global dapat berdampak panjang terhadap kualitas pembelajaran.

Dalam konteks regional, persaingan antarnegara di kawasan Asia Tenggara semakin ketat, termasuk dalam bidang pendidikan tinggi. Negara-negara yang mampu memperkuat mutu universitas dan relevansi lulusannya akan lebih unggul dalam menarik investasi dan talenta global. Indonesia dituntut untuk tidak hanya mengejar ketertinggalan, tetapi juga membangun keunggulan kompetitifnya sendiri.

Taskap ini menekankan bahwa reformasi sistem pendidikan nasional, khususnya pendidikan tinggi, harus dilakukan secara komprehensif, sistematis, dan berkelanjutan. Reformasi tidak cukup hanya pada aspek regulasi, tetapi juga menyentuh budaya akademik, kualitas dosen, pendanaan riset, serta tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel dan inovatif.

Peningkatan daya saing bangsa melalui pendidikan juga harus selaras dengan visi pembangunan jangka panjang nasional. Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan sumber daya manusia unggul yang mampu mendorong kemandirian ekonomi, memperkuat ketahanan nasional, dan meningkatkan posisi tawar Indonesia di kancah internasional.

Melalui Taskap ini, Tamimi Hendra Kesuma memberikan kontribusi pemikiran strategis bagi penguatan sistem pendidikan nasional sebagai fondasi daya saing bangsa. Gagasan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih adaptif, relevan, dan berorientasi masa depan demi terwujudnya Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berdaulat. (MF/BIA)

Scroll to Top