Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) berjudul “Sistem Pendidikan Nasional Guna Meningkatkan Daya Saing Bangsa” yang disusun oleh Kolonel Inf Tamimi Hendra Kesuma, SH., MAP., M.Han., peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXVIII Lemhannas RI Tahun 2025, menegaskan bahwa pendidikan nasional merupakan pilar strategis dalam membangun sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global. Taskap ini disusun sebagai refleksi kritis atas tantangan pendidikan nasional sekaligus tawaran gagasan strategis dalam menjawab tuntutan perubahan zaman.
Dalam konteks globalisasi dan Revolusi Industri 4.0, persaingan antarbangsa tidak lagi bertumpu pada keunggulan sumber daya alam semata, melainkan pada kualitas sumber daya manusia. Pendidikan menjadi instrumen utama untuk mencetak manusia Indonesia yang adaptif, inovatif, dan produktif. Bangsa yang memiliki sistem pendidikan kuat akan lebih siap menghadapi disrupsi teknologi dan dinamika ekonomi global yang semakin kompetitif.
Sistem Pendidikan Nasional memiliki mandat strategis untuk membentuk karakter, meningkatkan kapasitas intelektual, serta menanamkan keterampilan abad ke-21. Kualitas pendidikan secara langsung menentukan kualitas lulusan yang dihasilkan, yang pada gilirannya memengaruhi produktivitas nasional, daya inovasi, dan ketahanan ekonomi bangsa. Oleh karena itu, pendidikan tidak dapat dipandang sebagai sektor pelengkap, melainkan sebagai investasi jangka panjang pembangunan nasional.
Namun demikian, realitas menunjukkan bahwa sistem pendidikan nasional Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan kultural. Indikator pembangunan manusia, capaian literasi, serta hasil asesmen internasional menunjukkan bahwa kualitas pendidikan Indonesia belum sepenuhnya sejajar dengan negara-negara maju maupun beberapa negara di kawasan regional. Kondisi ini menandakan adanya kesenjangan antara tujuan ideal pendidikan dan hasil nyata yang dicapai.
Salah satu persoalan mendasar adalah ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Banyak lulusan pendidikan tinggi yang masih mengalami kesulitan beradaptasi dengan tuntutan industri, baik dari sisi keterampilan teknis maupun soft skills. Hal ini memperlihatkan bahwa kurikulum dan proses pembelajaran belum sepenuhnya responsif terhadap perubahan lingkungan strategis.
Dalam Taskap ini ditegaskan bahwa dari seluruh jenjang pendidikan, pendidikan tinggi memiliki keterkaitan paling langsung dengan peningkatan daya saing bangsa. Perguruan tinggi berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, serta pencetak tenaga profesional dan pemimpin masa depan. Kualitas pendidikan tinggi menjadi tolok ukur kesiapan bangsa dalam berkompetisi di tingkat global.
