Dalam kerangka ketahanan nasional, kebijakan mitigasi perubahan iklim harus diposisikan sebagai investasi jangka panjang. Penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, serta peningkatan literasi iklim masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun resiliensi nasional menghadapi ketidakpastian iklim di masa depan.
Taskap ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif dengan landasan data empiris dan kerangka pemikiran ketahanan nasional. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi hubungan kausal antara kebijakan mitigasi perubahan iklim dan kondisi ketahanan nasional secara komprehensif dan kontekstual.
Hasil kajian menunjukkan bahwa percepatan kebijakan mitigasi memerlukan kepemimpinan nasional yang kuat, konsistensi regulasi, serta sinergi antarpemangku kepentingan. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil harus bergerak dalam satu orkestrasi kebijakan untuk memastikan target pengurangan emisi dan penguatan ketahanan nasional dapat tercapai.
Dalam konteks visi Indonesia Emas 2045, mitigasi perubahan iklim merupakan prasyarat utama bagi keberlanjutan pembangunan nasional. Ketahanan pangan, kemandirian energi, dan stabilitas sosial tidak akan tercapai tanpa lingkungan hidup yang lestari dan sistem kebijakan iklim yang efektif.
Taskap ini merekomendasikan perlunya integrasi kebijakan mitigasi perubahan iklim ke dalam seluruh perencanaan pembangunan nasional dan daerah. Pendekatan ini diharapkan mampu menjembatani kepentingan jangka pendek pembangunan dengan kebutuhan jangka panjang pelestarian lingkungan dan ketahanan nasional.
Selain itu, optimalisasi pembiayaan iklim melalui mekanisme inovatif, termasuk kerja sama internasional dan partisipasi sektor swasta, menjadi kunci untuk menutup kesenjangan pendanaan mitigasi. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pendanaan iklim juga menjadi prasyarat penting untuk menjaga kepercayaan publik dan mitra global.
Secara keseluruhan, Kertas Karya Ilmiah Perseorangan ini menegaskan bahwa kebijakan mitigasi perubahan iklim bukan sekadar kewajiban internasional, melainkan kebutuhan strategis bangsa. Dengan kebijakan yang terencana, terintegrasi, dan berorientasi pada ketahanan nasional, Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya bertahan menghadapi krisis iklim, tetapi juga tampil sebagai aktor penting dalam kepemimpinan iklim global. (AT/GT)
