Perang Asimetris Udara sebagai Strategi Adaptif Penguatan Ketahanan Nasional

Pendekatan perencanaan berbasis skenario yang digunakan dalam Taskap ini memungkinkan penyusunan strategi yang adaptif terhadap berbagai kemungkinan ancaman, baik invasi konvensional, perebutan wilayah strategis, maupun serangan aktor non-negara. Dengan demikian, pertahanan nasional tidak bersifat reaktif, tetapi antisipatif dan proaktif.

Pengembangan perang asimetris udara juga sejalan dengan upaya mewujudkan kemandirian bangsa di bidang pertahanan. Optimalisasi industri pertahanan dalam negeri dan penguasaan teknologi strategis menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan luar negeri dan memperkuat ketahanan jangka panjang.

Dalam perspektif ketahanan nasional, perang asimetris udara bukan semata instrumen militer, melainkan bagian dari strategi nasional yang menyeluruh. Strategi ini berkontribusi pada peningkatan daya tangkal, stabilitas nasional, serta posisi tawar Indonesia di tingkat regional dan global.

Melalui publikasi Taskap ini, Perpustakaan Lemhannas RI kembali menegaskan perannya sebagai pusat diseminasi pengetahuan strategis dan pemikiran kebangsaan. Karya ilmiah ini diharapkan dapat memperkaya khazanah literatur pertahanan nasional serta menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dan generasi pemikir strategis dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, tangguh, dan berkelanjutan. MF/GT)

Scroll to Top