Revolusi Hijau Berbasis Keluarga sebagai Fondasi Ketahanan Pangan Nasional

Pertanian keluarga memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan dari tingkat mikro, yaitu rumah tangga. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan, kebun kecil, atau lahan sempit di sekitar tempat tinggal, keluarga dapat memproduksi bahan pangan bergizi secara mandiri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasar dan impor.

Taskap ini menekankan bahwa family farming tidak selalu identik dengan metode tradisional. Integrasi teknologi pertanian modern seperti hidroponik, greenhouse, pertanian vertikal, dan sistem terpadu memungkinkan keluarga di wilayah perkotaan maupun pedesaan tetap berkontribusi dalam produksi pangan secara efisien dan berkelanjutan.

Selain aspek produksi, family farming juga berperan dalam diversifikasi pangan lokal. Indonesia memiliki kekayaan sumber pangan nonberas seperti jagung, sagu, umbi-umbian, sayuran, dan buah-buahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Diversifikasi ini penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Dalam situasi geopolitik global yang tidak menentu dan rawan disrupsi rantai pasok, penguatan produksi pangan berbasis keluarga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya tahan nasional. Ketika pasokan global terganggu, produksi lokal yang tersebar di berbagai wilayah dapat menjadi penyangga utama ketersediaan pangan.

Taskap ini juga mengaitkan konsep Revolusi Hijau melalui family farming dengan kebijakan nasional yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas strategis pembangunan. Sinergi antara kebijakan pemerintah, regulasi pendukung, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan implementasi di lapangan.

Dari sisi sosial ekonomi, penguatan family farming berpotensi meningkatkan pendapatan rumah tangga, membuka lapangan kerja, dan menumbuhkan kewirausahaan di sektor pangan. Hal ini sekaligus mendukung pemerataan pembangunan dan pengurangan kemiskinan, terutama di wilayah pedesaan dan daerah rentan pangan.

Aspek keberlanjutan lingkungan juga mendapat perhatian khusus dalam kajian ini. Revolusi Hijau berbasis keluarga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis dan mendorong penggunaan praktik pertanian ramah lingkungan yang menjaga kesuburan tanah dan keseimbangan ekosistem.

Scroll to Top