Di luar aspek teknis budidaya, Taskap ini menekankan pentingnya strategi di luar lapangan yang mencakup penguatan sistem informasi, berbagi pengetahuan, dan peningkatan literasi petani. Akses terhadap informasi iklim, pasar, dan teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan kapasitas adaptif petani kecil dan marjinal yang mendominasi struktur pertanian India.
Fasilitasi perdagangan dan reformasi pasar pertanian juga menjadi sorotan penting. Sistem pemasaran yang lebih adil dan efisien diharapkan mampu memberikan harga yang lebih remuneratif bagi petani. Dengan demikian, peningkatan produksi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan pelaku utama sektor pertanian.
Dukungan pendapatan melalui kebijakan pemerintah menjadi elemen strategis dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Subsidi yang tepat sasaran, skema perlindungan sosial, serta insentif untuk praktik pertanian berkelanjutan dapat membantu petani menghadapi risiko iklim dan volatilitas pasar. Kebijakan ini harus dirancang secara adaptif dan responsif terhadap perubahan lingkungan strategis.
Taskap ini juga menempatkan ketahanan pangan India dalam kerangka kepentingan nasional dan global. Sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia, stabilitas pangan India memiliki implikasi luas terhadap keamanan regional dan global. Gangguan produksi pangan di India berpotensi memicu gejolak harga dan ketidakstabilan di pasar internasional.
Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, upaya menjaga ketahanan pangan India selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya penghapusan kelaparan dan aksi terhadap perubahan iklim. Sinergi antara kebijakan nasional dan komitmen global menjadi prasyarat penting dalam menghadapi tantangan lintas batas yang bersifat jangka panjang.
Melalui analisis data, kajian kebijakan, dan pendekatan multidisiplin, Taskap ini memberikan gambaran utuh mengenai kondisi aktual dan proyeksi ketahanan pangan India. Rekomendasi yang disusun tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis, dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang.
Karya ilmiah ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan di era perubahan iklim membutuhkan transformasi sistem pertanian secara menyeluruh. Inovasi teknologi, reformasi kebijakan, dan pemberdayaan petani harus berjalan seiring untuk membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan. (IP/BIA)
