Ketahanan Pangan India di Tengah Perubahan Iklim dan Tantangan Profitabilitas Pertanian

Ketahanan pangan India menjadi fokus penting dalam Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) yang disusun oleh Cmde P. Sasi Kumar, VSM, peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXVIII Lemhannas RI Tahun 2025, dengan judul “Ketahanan Pangan India Guna Menghadapi Perubahan Iklim dan Penurunan Profitabilitas”. Karya ilmiah ini mengulas secara komprehensif dinamika sektor pertanian India yang menghadapi tekanan ganda berupa perubahan iklim global dan menurunnya tingkat keuntungan usaha tani, sekaligus menawarkan kerangka pemikiran strategis untuk menjaga keberlanjutan ketahanan pangan nasional India di masa depan.

India merupakan salah satu negara dengan peran strategis dalam sistem pangan global. Sebagai produsen pangan terbesar kedua di dunia, India tidak hanya bertanggung jawab memenuhi kebutuhan domestik penduduknya yang sangat besar, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap pasokan pangan dunia melalui ekspor berbagai komoditas utama. Kondisi ini menjadikan ketahanan pangan India sebagai isu yang memiliki dimensi nasional, regional, dan global, terutama di tengah ketidakpastian iklim dan gejolak ekonomi internasional.

Sektor pertanian di India masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan menyerap lebih dari separuh tenaga kerja. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto dan Nilai Tambah Bruto tetap signifikan, meskipun dalam beberapa dekade terakhir laju pertumbuhannya relatif melambat dibandingkan sektor jasa dan industri. Ketergantungan penduduk pedesaan terhadap pertanian menjadikan stabilitas sektor ini sangat menentukan kesejahteraan sosial dan stabilitas nasional.

Sejarah Revolusi Hijau yang dialami India pada akhir 1960-an hingga 1980-an menjadi tonggak penting dalam mencapai swasembada pangan, khususnya untuk komoditas beras dan gandum. Melalui reformasi agraria, pemanfaatan varietas unggul, serta adopsi teknologi pertanian modern, India berhasil keluar dari ketergantungan impor pangan dan bahkan menjadi eksportir utama. Namun, keberhasilan historis ini tidak serta-merta menjamin ketahanan pangan jangka panjang di tengah tantangan baru yang semakin kompleks.

Perubahan iklim global muncul sebagai ancaman serius terhadap keberlanjutan produksi pertanian. Peningkatan suhu rata-rata, pergeseran pola monsun, frekuensi cuaca ekstrem, serta ketidakpastian curah hujan telah memengaruhi produktivitas lahan pertanian di berbagai wilayah India. Dampak ini tidak hanya bersifat ekologis, tetapi juga berdampak langsung pada aspek ekonomi dan sosial petani.

Scroll to Top