Beras dan gandum sebagai dua komoditas pangan utama India sangat rentan terhadap fluktuasi iklim. Perubahan kecil pada suhu dan curah hujan dapat berdampak signifikan terhadap hasil panen. Penelitian yang dikaji dalam Taskap ini menunjukkan adanya korelasi kuat antara variabilitas iklim dan fluktuasi produksi kedua komoditas tersebut, sehingga perubahan iklim berpotensi menggerus fondasi ketahanan pangan nasional.
Selain tantangan iklim, sektor pertanian India juga menghadapi persoalan penurunan profitabilitas. Biaya produksi yang terus meningkat akibat kenaikan harga input, upah tenaga kerja, serta biaya manajerial tidak selalu diimbangi dengan kenaikan harga jual hasil panen. Kondisi ini menekan margin keuntungan petani dan menurunkan daya tarik sektor pertanian sebagai sumber penghidupan yang layak.
Penurunan profitabilitas pertanian berdampak pada menurunnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor ini. Migrasi tenaga kerja dari desa ke kota semakin meningkat, meninggalkan sektor pertanian dengan tenaga kerja yang menua dan keterbatasan regenerasi. Fenomena ini berpotensi memperlemah kapasitas produksi pangan dalam jangka panjang apabila tidak diantisipasi secara strategis.
Taskap ini menegaskan bahwa tantangan ketahanan pangan India tidak dapat dipandang secara parsial. Perubahan iklim, dinamika demografi, tekanan ekonomi, serta transformasi sosial saling terkait dan membentuk kompleksitas persoalan yang membutuhkan pendekatan multidisiplin. Ketahanan pangan tidak semata soal produksi, tetapi juga mencakup keberlanjutan sistem pertanian dan kesejahteraan petani.
Dalam konteks tersebut, penulis mengkaji berbagai strategi mitigasi yang dapat diterapkan di tingkat lapangan. Praktik pertanian konservasi, pengolahan tanah minimum, penggunaan varietas unggul tahan iklim, serta inovasi seperti pengeditan genom dan priming benih menjadi alternatif untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi kerentanan produksi terhadap perubahan iklim.
Pemanfaatan teknologi modern, termasuk penggunaan drone dalam pertanian, juga menjadi bagian penting dari strategi adaptasi. Teknologi ini memungkinkan pemantauan kondisi lahan secara presisi, efisiensi penggunaan input, serta deteksi dini terhadap stres tanaman. Integrasi teknologi digital diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan profitabilitas usaha tani.
