Model analisis teori korupsi seperti yang dikemukakan Robert Klitgaard juga digunakan untuk menjelaskan bahwa korupsi akan terus tumbuh ketika monopoli, diskresi, dan lemahnya akuntabilitas berlangsung bersamaan. Oleh karena itu, strategi pemberantasan harus diarahkan pada penguatan sistem pertanggungjawaban dan pembukaan ruang transparansi.
Selain itu, penguatan budaya organisasi menjadi aspek penting. Budaya kerja yang menjunjung integritas harus dibangun melalui praktik sehari-hari, bukan hanya melalui slogan atau kampanye formal. Keteladanan pimpinan adalah faktor penentu, karena budaya kerja akan terbentuk dari perilaku mereka yang berada di pucuk pengambilan keputusan.
Nyamin juga menyoroti bahwa peran whistleblower harus diperkuat. Keberanian pelapor pelanggaran akan membuka jalan memperbaiki sistem, namun perlindungan yang lemah membuat banyak orang enggan bersuara. Hal ini menjadikan reformasi perlindungan pelapor sebagai bagian penting dari strategi antikorupsi.
Dalam konteks ketahanan nasional, Taskap ini menyatakan bahwa korupsi bukan sekadar persoalan hukum, tetapi ancaman terhadap kelangsungan negara. Korupsi dapat melemahkan kepercayaan publik, mengurangi efektivitas pembangunan, dan memperbesar kesenjangan sosial. Dengan demikian, integritas SDM juga berperan dalam menjaga stabilitas bangsa.
Tulisan ini menekankan bahwa ketahanan nasional yang kuat bergantung pada moralitas komponen bangsa. Nilai-nilai etika dan moral menjadi bagian dari ketahanan ideologi dan sosial budaya. Ketika integritas SDM menguat, maka ketahanan nasional pun turut menguat dan mampu menghadapi berbagai dinamika global maupun domestik.
Melalui kesimpulannya, Nyamin menegaskan bahwa penguatan integritas SDM merupakan strategi fundamental untuk menekan tingkat korupsi di Indonesia. Integritas harus dibangun dari individu hingga sistem, dengan dukungan regulasi, budaya organisasi, dan lingkungan yang kondusif. Ketika integritas menjadi nafas birokrasi, maka kepercayaan publik akan kembali tumbuh.
Akhirnya, Taskap ini bukan hanya kajian akademis, tetapi kontribusi pemikiran bagi upaya besar bangsa dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, integritas SDM dapat menjadi pilar utama menuju Indonesia yang bebas korupsi dan memiliki ketahanan nasional yang tangguh. (IP/BIA)
