Hasil kajian menunjukkan bahwa kesiapan pertahanan IKN masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya belum optimalnya interoperabilitas antarinstansi, keterbatasan infrastruktur C4ISR, belum terintegrasinya sistem komando lintas domain, serta perlunya penguatan koordinasi kelembagaan dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks.
Selain tantangan kelembagaan, kajian ini juga mengidentifikasi faktor pendukung berupa landasan regulasi yang cukup kuat, komitmen pemerintah dalam membangun IKN, serta peluang pemanfaatan teknologi pertahanan modern. Seluruh potensi tersebut menjadi modal penting untuk membangun sistem pertahanan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Sebagai solusi, penulis menawarkan formulasi strategi pertahanan terintegrasi yang menggabungkan kekuatan militer dan nonmiliter dalam kerangka Sistem Pertahanan Semesta. Strategi tersebut diarahkan untuk menciptakan sinergi antar kementerian, lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, Otorita IKN, sektor swasta, akademisi, hingga masyarakat.
Salah satu rekomendasi utama adalah pembentukan sistem komando pertahanan terpadu yang mampu mengintegrasikan operasi darat, laut, udara, siber, ruang angkasa, dan informasi secara simultan. Integrasi tersebut didukung oleh penguatan sistem C4ISR agar proses pengambilan keputusan dapat berlangsung lebih cepat, akurat, dan efektif.
Kajian ini juga menekankan pentingnya pembangunan sistem pertahanan udara dan pertahanan siber berlapis sebagai bentuk perlindungan terhadap objek vital nasional, pusat pemerintahan, serta infrastruktur digital yang menjadi tulang punggung penyelenggaraan pemerintahan di IKN.
Selain aspek teknologi, pembangunan ketahanan nasional juga memerlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui literasi pertahanan, penguatan wawasan kebangsaan, serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman informasi dan disinformasi. Pendekatan ini menjadi bagian penting dari pertahanan nonmiliter yang semakin relevan pada era digital.
Implementasi konsep Smart Defense City menjadi salah satu inovasi strategis dalam KKP ini. Konsep tersebut memadukan keamanan fisik, keamanan digital, dan ketahanan sosial sehingga pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga mampu menjaga stabilitas nasional secara berkelanjutan.
Melalui analisis SWOT, TOWS, dan roadmap strategis, penulis menyusun langkah implementasi yang realistis mulai dari penguatan regulasi, peningkatan interoperabilitas, pembangunan infrastruktur pertahanan, hingga pengembangan kolaborasi lintas sektor. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempercepat kesiapan sistem pertahanan IKN.
