Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya dipandang sebagai program pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memiliki potensi menjadi instrumen strategis transformasi ekonomi dan penguatan ketahanan pangan nasional. Gagasan tersebut dikaji secara mendalam oleh Umar, SIP, MA. melalui Kertas Kerja Perorangan (KKP) berjudul “Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai Kerangka Transformasi Ekonomi Guna Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional”, yang disusun dalam rangka Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVI Lemhannas RI Tahun 2025.
KKP tersebut melihat bahwa pembangunan nasional membutuhkan kebijakan yang mampu menjawab persoalan pangan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam kerangka tersebut, MBG memiliki ruang strategis untuk menghubungkan agenda pemenuhan gizi, pembangunan sumber daya manusia, penguatan ekonomi daerah, dan ketahanan nasional.
Ketahanan pangan menjadi salah satu fondasi penting bagi ketahanan nasional. Ketersediaan pangan, akses masyarakat terhadap pangan bergizi, pemanfaatan pangan secara tepat, serta stabilitas pasokan perlu dibangun sebagai satu kesatuan sistem yang mampu menghadapi berbagai perubahan dan tekanan.
Di sisi lain, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat. Ketergantungan terhadap sejumlah komoditas impor, alih fungsi lahan pertanian, ketimpangan kondisi pangan antardaerah, serta dampak perubahan iklim menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam perumusan kebijakan pangan nasional.
Dalam perspektif KKP ini, MBG dapat ditempatkan sebagai kebijakan yang tidak berhenti pada distribusi makanan bergizi. Permintaan pangan dalam skala besar dapat menciptakan pasar yang lebih pasti bagi petani, koperasi, UMKM pangan, serta berbagai pelaku ekonomi lokal apabila rantai pasoknya dibangun secara terintegrasi.
Konsep tersebut sejalan dengan teori transformasi ekonomi yang menekankan perpindahan aktivitas ekonomi menuju sektor yang lebih produktif. Peningkatan permintaan domestik melalui program pangan dapat menjadi salah satu stimulus untuk memperkuat produksi dalam negeri dan menciptakan efek pengganda terhadap perekonomian.
MBG juga memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan sumber daya manusia. Pemenuhan kebutuhan gizi sejak usia dini dan usia sekolah dapat mendukung kesehatan, kapasitas belajar, dan produktivitas generasi mendatang sehingga program pangan dapat dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas manusia Indonesia.
