Dalam perspektif Ketahanan Nasional, Laut Natuna Utara mencerminkan keterpaduan aspek geografi, politik, ekonomi, sosial, pertahanan, dan keamanan. Oleh karena itu, penguatan kawasan ini memerlukan sinergi pemerintah, aparat keamanan, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.
Berbagai rekomendasi dalam KKP ini, seperti penguatan HFSWR, pembentukan Joint Maritime Command Center, modernisasi IMSS, digitalisasi sistem komando, peningkatan kualitas SDM, dan pelibatan masyarakat pesisir menjadi langkah strategis untuk membangun pertahanan maritim yang lebih tangguh.
Secara akademis, KKP ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kajian ketahanan nasional melalui analisis yang komprehensif dan solusi yang aplikatif. Kombinasi teori transformasi tata kelola, keamanan maritim, organisasi, SWOT, dan pendekatan KISSM menjadikan karya ini layak dijadikan referensi bagi pengambil kebijakan maupun akademisi.
Melalui KKP ini, Laksamana Pertama TNI Ilham Army Ritonga, S.H. menegaskan bahwa transformasi tata kelola pertahanan Laut Natuna Utara merupakan investasi strategis bagi masa depan Indonesia. Penguatan tata kelola yang modern, terintegrasi, dan kolaboratif akan memperkokoh kedaulatan negara sekaligus meningkatkan ketahanan nasional dalam menghadapi dinamika geopolitik global. (IP/GT)
