Optimalisasi Lahan Tidur di Perbatasan sebagai Pilar Kemandirian Pangan dan Ketahanan Nasional

Selain itu, pemanfaatan lahan tidur di wilayah perbatasan juga berkontribusi pada penguatan cadangan pangan daerah. Dengan meningkatnya produksi lokal, pemerintah daerah memiliki ruang yang lebih besar dalam mengelola stabilitas pasokan dan harga pangan.

KKP ini menekankan bahwa keberhasilan optimalisasi lahan tidur sangat bergantung pada konsistensi kebijakan dan komitmen semua pemangku kepentingan. Pendekatan jangka panjang diperlukan agar program yang dijalankan tidak bersifat sporadis dan temporer.

Dari sisi ketahanan nasional, peningkatan produksi pangan di wilayah perbatasan akan memperkuat daya tahan bangsa dalam menghadapi berbagai krisis, baik krisis pangan global maupun gangguan distribusi akibat faktor geopolitik dan bencana alam.

Penulis juga menilai bahwa optimalisasi lahan tidur merupakan bentuk konkret kehadiran negara di wilayah perbatasan. Melalui pembangunan sektor pangan, negara tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi juga nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sebagai simpulan, KKP ini menegaskan bahwa lahan tidur di wilayah perbatasan merupakan aset strategis yang harus dikelola secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan. Pemanfaatannya mampu menjadi solusi atas tantangan kemandirian pangan daerah sekaligus penguatan ketahanan nasional.

Melalui pemikiran dan rekomendasi yang disampaikan, KKP karya Brigadir Jenderal TNI Ari Estefanus diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah nyata optimalisasi lahan tidur demi mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh dan berdaulat. (AT/BIA)

Scroll to Top