Optimalisasi Lahan Tidur di Perbatasan sebagai Pilar Kemandirian Pangan dan Ketahanan Nasional

Sebagai bagian dari tugas akademik dalam program Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXV Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia Tahun 2025, Brigadir Jenderal TNI Ari Estefanus, S.Sos., M.Sc., M.Han. menyusun Kertas Kerja Perorangan (KKP) berjudul “Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Tidur di Wilayah Perbatasan Guna Kemandirian Pangan Daerah dalam Rangka Ketahanan Nasional” yang mengangkat isu strategis pemanfaatan sumber daya lahan sebagai penopang utama ketahanan pangan dan kedaulatan negara.

Karya ilmiah ini dilatarbelakangi oleh tantangan serius yang dihadapi Indonesia dalam mewujudkan kemandirian pangan di tengah dinamika global, perubahan iklim, dan keterbatasan lahan pertanian produktif. Wilayah perbatasan dipandang memiliki posisi strategis tidak hanya sebagai beranda depan negara, tetapi juga sebagai ruang potensial bagi penguatan ketahanan pangan nasional apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

Dalam KKP tersebut dijelaskan bahwa lahan tidur, yakni lahan yang belum atau tidak dimanfaatkan secara produktif, masih tersebar luas di berbagai daerah Indonesia. Keberadaan lahan ini sesungguhnya merupakan peluang besar untuk meningkatkan produksi pangan nasional tanpa harus membuka kawasan hutan baru atau mengorbankan kelestarian lingkungan.

Fokus kajian diarahkan pada wilayah perbatasan Provinsi Kalimantan Utara, khususnya Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan, yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Kedua wilayah ini memiliki potensi lahan yang besar, namun hingga kini belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk mendukung kemandirian pangan daerah.

Data yang dianalisis menunjukkan adanya kesenjangan antara produksi dan konsumsi pangan, terutama beras, di wilayah perbatasan tersebut. Ketergantungan pada pasokan dari luar daerah bahkan dari negara tetangga menjadi indikator lemahnya sistem ketahanan pangan lokal yang berpotensi berdampak pada stabilitas sosial dan ekonomi.

Melalui pendekatan ketahanan nasional, KKP ini menegaskan bahwa pemanfaatan lahan tidur bukan semata isu pertanian, melainkan bagian integral dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan ekonomi, sosial, dan wilayah. Kemandirian pangan daerah dipandang sebagai fondasi penting dalam menjaga kedaulatan dan integritas negara.

Scroll to Top