Taskap ini menekankan pentingnya pendekatan berbasis bukti dalam pengembangan kepemimpinan digital. Kebijakan dan program pelatihan kepemimpinan perlu dirancang berdasarkan data, evaluasi kinerja, serta kebutuhan nyata organisasi dan masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor menjadi elemen kunci dalam memperkuat kepemimpinan digital. Sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, sektor swasta, dan masyarakat sipil akan memperkaya perspektif kepemimpinan dan memperluas ekosistem inovasi.
Dalam perspektif ketahanan nasional, kepemimpinan digital berperan sebagai penjaga keseimbangan antara keterbukaan teknologi dan perlindungan kepentingan nasional. Pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk memperkuat kemandirian bangsa, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan menjaga stabilitas nasional.
Taskap ini juga menyoroti pentingnya pengembangan kepemimpinan digital secara berkelanjutan melalui sistem pendidikan dan pelatihan nasional. Lembaga-lembaga strategis seperti Lemhannas RI memiliki peran vital dalam menyiapkan calon pemimpin nasional yang mampu berpikir strategis dan adaptif terhadap dinamika global. Dengan revitalisasi kepemimpinan digital, transformasi digital nasional dapat bergerak lebih terarah dan berdampak luas. Kepemimpinan yang kuat akan memastikan bahwa teknologi digunakan sebagai alat pemberdayaan, bukan sekadar simbol modernisasi. Dalam jangka panjang, hal ini akan memperkuat daya saing bangsa dan memperkokoh fondasi pembangunan berkelanjutan.
Karya ini memberikan kontribusi pemikiran yang penting bagi para pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pengembangan kepemimpinan digital. Gagasan yang disampaikan menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada kualitas kepemimpinan yang mampu menyatukan visi, kebijakan, dan tindakan secara konsisten.
Pada akhirnya, Revitalisasi Kepemimpinan Digital Guna Mewujudkan Sumber Daya Manusia Unggul menegaskan bahwa masa depan Indonesia di era digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi oleh kualitas manusia yang memimpinnya. Kepemimpinan digital yang visioner, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan nasional akan menjadi kunci dalam membentuk sumber daya manusia unggul yang mampu membawa Indonesia menuju bangsa yang maju, berdaulat, dan berdaya saing global. (IP/GT)
