Penguatan SDM Unggul Berbasis Digitalisasi sebagai Pilar Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) yang disusun oleh Dr. Selli, S.Kom., M.Psi, peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXVIII Lemhannas RI Tahun 2025, mengangkat judul “Sumber Daya Manusia Unggul Berbasis Digitalisasi Guna Mendukung Tercapainya Indonesia Emas 2045” sebagai refleksi strategis atas tantangan dan peluang pembangunan nasional di era transformasi digital.

Taskap ini dilandasi oleh kesadaran bahwa Indonesia tengah berada pada fase krusial sejarah bangsa, yakni menapaki jalan menuju satu abad kemerdekaan dengan visi besar Indonesia Emas 2045, yang menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai faktor penentu keberhasilan pembangunan jangka panjang.

Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat telah mengubah tatanan sosial, ekonomi, dan politik global, sehingga menuntut setiap negara untuk menyesuaikan strategi pembangunan manusianya agar tetap relevan, adaptif, dan berdaya saing di tingkat internasional.

Dalam konteks tersebut, pengembangan sumber daya manusia unggul tidak lagi cukup hanya mengandalkan peningkatan pendidikan formal, melainkan harus disinergikan dengan penguatan literasi digital, keterampilan teknologi, serta kemampuan berpikir kritis dan inovatif.

Taskap ini menegaskan bahwa digitalisasi merupakan instrumen strategis yang mampu mempercepat peningkatan kualitas SDM apabila diintegrasikan secara sistematis dalam kebijakan pendidikan, pelatihan vokasi, dan pengembangan karier nasional.

Melalui kajian data dan fakta nasional maupun global, penulis menunjukkan bahwa kesiapan digital Indonesia masih berada pada kategori menengah, dengan tantangan utama berupa kesenjangan literasi digital, ketimpangan akses teknologi, dan belum optimalnya sinergi antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

Kondisi tersebut berpotensi menghambat pemanfaatan bonus demografi yang dimiliki Indonesia, apabila tidak diimbangi dengan peningkatan kompetensi digital tenaga kerja secara merata dan berkelanjutan.

Scroll to Top