Eco-Innovation UMKM sebagai Pilar Penguatan Ketahanan Pangan Nasional

Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (Taskap) berjudul Eco-Innovation Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Guna Mendukung Ketahanan Pangan disusun oleh Dr. Vera Diyanty, S.E., M.M., CA, CACP, QRGP, peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXVIII Lemhannas RI Tahun 2025, sebagai kontribusi pemikiran strategis terhadap upaya penguatan ketahanan pangan nasional melalui pendekatan inovasi hijau pada sektor UMKM.

Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama ketahanan nasional yang menentukan stabilitas sosial, ekonomi, dan politik suatu negara. Dalam konteks Indonesia menuju Visi Indonesia Emas 2045, ketahanan pangan tidak hanya dimaknai sebagai kecukupan produksi, tetapi juga keberlanjutan sistem pangan yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan dinamika global. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembangunan yang adaptif dan berorientasi jangka panjang.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah memiliki posisi strategis dalam sistem pangan nasional karena berperan langsung pada rantai produksi, pengolahan, hingga distribusi pangan. Dengan jumlah yang mencapai puluhan juta unit dan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto, UMKM terbukti menjadi tulang punggung ekonomi nasional sekaligus instrumen pemerataan kesejahteraan masyarakat. Ketangguhan UMKM dalam menghadapi krisis juga menunjukkan perannya sebagai penyangga stabilitas ekonomi.

Namun demikian, besarnya peran UMKM juga berbanding lurus dengan potensi dampak lingkungan yang ditimbulkan apabila praktik usaha tidak dikelola secara berkelanjutan. Penggunaan bahan baku yang tidak ramah lingkungan, pengelolaan limbah yang kurang optimal, serta ketergantungan pada energi tidak terbarukan menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi. Kondisi ini menuntut transformasi cara pandang UMKM terhadap keberlanjutan.

Eco-innovation hadir sebagai pendekatan strategis yang mengintegrasikan inovasi dengan prinsip ramah lingkungan dalam seluruh proses bisnis. Eco-innovation tidak hanya mencakup inovasi produk, tetapi juga inovasi proses, model bisnis, dan tata kelola usaha yang mampu menekan dampak lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.

Scroll to Top