Kajian ini juga merekomendasikan pengembangan Intelligence Fusion Center, optimalisasi peran Lemhannas RI dan Laboratorium Ketahanan Nasional, serta peningkatan fungsi atase kementerian/lembaga di luar negeri. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat deteksi dini, analisis strategis, dan keterpaduan informasi nasional.
Pada akhirnya, aktualisasi keamanan nasional yang komprehensif dan holistik membutuhkan perubahan dari pendekatan sektoral menuju pendekatan yang lebih terpadu. Sinkronisasi kebijakan, integrasi instrumen negara, serta penguatan koordinasi menjadi kunci dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks.
KKP Marsma TNI Dr. Triswan Larosa memberikan perspektif strategis bahwa keamanan nasional dan ketahanan nasional merupakan dua hal yang saling berkaitan. Penguatan sistem keamanan nasional yang terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan kemampuan Indonesia dalam mengantisipasi, menghadapi, dan mengelola berbagai ancaman pada masa depan. (IP/GT).
