Menguatkan Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman yang Semakin Kompleks

Marsekal Pertama TNI Dr. Triswan Larosa, M.Si., Peserta 086/P3N XXVI Tahun 2025, melalui Kertas Kerja Perorangan (KKP) berjudul “Aktualisasi Keamanan Nasional yang Komprehensif dan Holistik di Indonesia agar Semakin Memantapkan Ketahanan Nasional pada Masa Depan”, mengkaji pentingnya penguatan keamanan nasional sebagai bagian strategis dalam meningkatkan ketahanan nasional Indonesia.

Kajian ini berangkat dari perkembangan lingkungan strategis yang semakin dinamis, kompleks, dan sulit diprediksi. Perubahan tersebut melahirkan berbagai ancaman yang tidak hanya bersifat militer, tetapi juga mencakup aspek politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, informasi, dan keamanan manusia.

Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana mengaktualisasikan keamanan nasional yang komprehensif dan holistik di Indonesia agar semakin memantapkan ketahanan nasional pada masa depan. Persoalan ini menjadi penting karena karakter ancaman terus berkembang dan semakin saling berkaitan.

Dalam kajiannya, keamanan nasional dipandang tidak semata-mata sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Keamanan nasional perlu ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas, mencakup kemampuan negara menghadapi berbagai ancaman terhadap seluruh aspek kehidupan nasional.

Indonesia masih menghadapi perdebatan mengenai konsep keamanan nasional, baik dalam perspektif luas maupun sempit. Kondisi tersebut turut dipengaruhi belum tersedianya landasan hukum yang secara komprehensif dan holistik mengatur kebijakan serta strategi keamanan nasional.

Perubahan karakter ancaman semakin memperkuat kebutuhan tersebut. Ancaman saat ini dapat muncul secara simultan, lintas sektor, lintas wilayah, dan lintas batas negara sehingga penanganannya tidak dapat dilakukan secara sektoral atau parsial.

Kajian KKP menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitik melalui studi literatur dan berbagai sumber yang relevan. Analisis diperkuat dengan perspektif ASTAGATRA, teori keamanan Barry Buzan sebagai grand theory, serta pendekatan sekuritisasi untuk memahami perkembangan dan respons terhadap ancaman.

Lingkungan strategis global dan regional menunjukkan meningkatnya ketidakpastian, persaingan kepentingan, serta munculnya berbagai bentuk ancaman nonkonvensional. Situasi tersebut menuntut Indonesia memiliki kemampuan membaca perubahan secara cepat dan merumuskan kebijakan keamanan yang adaptif.

Scroll to Top