Kertas Kerja Perorangan (KKP) berjudul “Peningkatan Daya Saing SDM Guna Mendukung Pertumbuhan Ekonomi” yang disusun oleh Brigadir Jenderal Polisi Dr. Joko Setiono, S.H., S.I.K., M.Hum., peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVI Lemhannas RI Tahun 2025, mengulas pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus pilar strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
KKP ini mengangkat isu bahwa daya saing SDM Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi produktivitas dan kemampuan bangsa dalam menghadapi persaingan global. Kondisi tersebut menuntut langkah strategis agar Indonesia mampu memanfaatkan bonus demografi secara optimal menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam kajiannya dijelaskan bahwa pembangunan manusia harus menjadi fondasi utama pembangunan nasional. SDM yang unggul, adaptif, dan inovatif diyakini mampu mendorong transformasi ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penulis mengidentifikasi sejumlah tantangan mendasar, mulai dari kualitas pendidikan yang belum merata, rendahnya keterampilan tenaga kerja, hingga ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia industri. Berbagai persoalan tersebut berdampak pada rendahnya produktivitas tenaga kerja nasional.
Selain itu, ketimpangan kualitas SDM antarwilayah masih menjadi perhatian penting. Akses pendidikan, pelatihan, dan fasilitas pendukung yang belum merata menyebabkan kesenjangan kemampuan masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja.
KKP ini juga menyoroti pentingnya pembentukan karakter, pola pikir, dan daya juang sebagai bagian dari pembangunan SDM. Penguasaan ilmu pengetahuan perlu diimbangi dengan kemampuan beradaptasi, kreativitas, dan semangat inovasi agar mampu bersaing di tingkat global.
Untuk mendukung analisis, penulis menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan memanfaatkan berbagai regulasi, data empiris, serta kerangka analisis Asta Gatra dan SWOT. Pendekatan tersebut digunakan untuk mengidentifikasi kondisi aktual sekaligus merumuskan strategi penguatan daya saing SDM secara komprehensif.
