Dr. Jerry Sambuaga, peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVI Lemhannas RI Tahun 2025, menyusun Kertas Kerja Perorangan (KKP) berjudul “Upaya Indonesia Menghadapi Diskriminasi Kelapa Sawit di Kancah Global Guna Meningkatkan Kedaulatan Ekonomi dalam Rangka Ketahanan Nasional.” Karya ilmiah ini mengangkat isu strategis mengenai berbagai tantangan yang dihadapi industri kelapa sawit Indonesia di pasar internasional sekaligus menawarkan berbagai langkah kebijakan yang dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga kedaulatan ekonomi sebagai bagian penting dari ketahanan nasional.
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan nasional. Selain menjadi penyumbang devisa ekspor yang signifikan, sektor ini juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan tenaga kerja dan petani di berbagai daerah. Oleh karena itu, setiap kebijakan internasional yang berpotensi menghambat perdagangan kelapa sawit tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas sosial, kesejahteraan masyarakat, hingga daya tahan bangsa dalam menghadapi dinamika global.
Dalam KKP ini dijelaskan bahwa berbagai kebijakan perdagangan internasional yang diterapkan sejumlah negara dan kawasan, khususnya Uni Eropa, telah menghadirkan tantangan baru bagi industri kelapa sawit Indonesia. Regulasi yang mengaitkan komoditas sawit dengan isu lingkungan dinilai memberikan perlakuan yang tidak seimbang apabila dibandingkan dengan komoditas minyak nabati lainnya. Situasi tersebut menciptakan hambatan non-tarif yang memengaruhi akses pasar Indonesia di tingkat global.
Penulis memandang bahwa diskriminasi terhadap kelapa sawit tidak semata-mata merupakan persoalan perdagangan internasional, tetapi telah berkembang menjadi isu strategis yang berkaitan erat dengan kedaulatan ekonomi nasional. Ketika salah satu komoditas utama Indonesia menghadapi pembatasan yang tidak proporsional, maka dampaknya dapat dirasakan pada penurunan daya saing, penerimaan negara, hingga kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perkebunan.
Lebih jauh, KKP ini menjelaskan bahwa industri kelapa sawit telah memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai ekspor, pengembangan industri hilir, serta dukungan terhadap program energi baru terbarukan melalui pemanfaatan biodiesel. Dengan demikian, keberlanjutan industri kelapa sawit menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi ketahanan ekonomi nasional.
