Generasi muda menjadi kelompok yang paling rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Padahal, generasi muda merupakan modal utama pembangunan nasional dan penentu keberhasilan visi Indonesia Emas 2045. Ketika generasi produktif terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba, maka bangsa akan kehilangan sumber daya manusia unggul yang menjadi penggerak pembangunan.
Dalam kajiannya, Heru Trisasono menegaskan bahwa upaya mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba tidak dapat dilaksanakan hanya melalui pendekatan penegakan hukum. Diperlukan strategi yang menyeluruh melalui program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang melibatkan seluruh elemen bangsa.
Pendekatan kolaboratif menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan Indonesia Bersinar atau Bersih Narkoba. Pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, media, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat sipil harus membangun sinergi dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Peran Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai koordinator utama dalam pelaksanaan P4GN menjadi sangat strategis. Berbagai program seperti Desa Bersinar, sosialisasi antinarkoba, rehabilitasi berbasis masyarakat, hingga kerja sama lintas sektor merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba.
Selain itu, sinergi antara BNN, Polri, TNI, Bea Cukai, dan instansi terkait perlu terus diperkuat dalam rangka menutup berbagai jalur masuk narkoba ke wilayah Indonesia. Penguatan pengawasan maritim dan perbatasan harus dilakukan secara terpadu dengan memanfaatkan teknologi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Kertas Kerja Perorangan ini juga menekankan pentingnya revitalisasi kawasan rawan narkoba melalui pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pembangunan wilayah perbatasan dan daerah tertinggal tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat kehadiran negara di wilayah yang rentan terhadap aktivitas sindikat narkoba.
Peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu instrumen penting dalam upaya pencegahan narkoba. Pendidikan yang berkualitas mampu membentuk karakter, memperkuat ketahanan pribadi, serta meningkatkan kemampuan generasi muda dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika.
Di sisi lain, penguatan nilai-nilai kebangsaan dan ideologi Pancasila juga menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan sosial masyarakat. Pendidikan karakter yang dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat diharapkan mampu membentuk generasi yang sehat, produktif, dan berintegritas.
