Di sisi lain, Indonesia memiliki berbagai peluang untuk memperkuat pelaksanaan Program MBG. Ketersediaan sumber daya pangan lokal yang melimpah, perkembangan teknologi digital, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi menjadi modal yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberhasilan program.
Dalam kerangka ketahanan nasional, Program MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Program ini memiliki keterkaitan dengan dimensi ekonomi, sosial budaya, kesehatan, pendidikan, hingga stabilitas nasional secara keseluruhan.
Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, Esti Budiyarti menawarkan strategi optimalisasi pengawasan yang berfokus pada penguatan integrasi sistem pengawasan, peningkatan koordinasi lintas sektor, pengembangan sistem informasi yang terintegrasi, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam proses pengawasan.
Penguatan kanal pengaduan publik menjadi salah satu rekomendasi penting dalam kajian ini. Masyarakat perlu diberikan akses yang mudah, cepat, dan aman untuk menyampaikan laporan terkait pelaksanaan Program MBG sehingga berbagai permasalahan dapat diidentifikasi dan ditangani sejak dini.
Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas monitoring dan evaluasi program. Sistem digital yang terintegrasi dapat membantu pemerintah memperoleh data secara real time, mempercepat pengambilan keputusan, serta meningkatkan transparansi pelaksanaan program.
Pada akhirnya, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sangat ditentukan oleh kualitas pengawasan yang menyertainya. Pengawasan yang efektif akan memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat ketahanan nasional. Melalui kajian ini, Esti Budiyarti memberikan kontribusi pemikiran yang relevan bagi penguatan tata kelola pelayanan publik dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing di masa depan. (AT/BIA)
