Ketahanan energi dan pangan merupakan dua pilar utama yang menentukan kemampuan suatu bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global. Melalui Kertas Kerja Perorangan (KKP) Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVI Tahun 2025 berjudul “Strategi Komunikasi Media dalam Mendukung Ketahanan Energi dan Pangan Berkelanjutan untuk Memperkuat Ketahanan Nasional”, Haryo Ristamaji, S.Kom., M.I.Kom., mengangkat pentingnya peran komunikasi media sebagai instrumen strategis dalam membangun kesadaran publik serta memperkuat dukungan masyarakat terhadap agenda ketahanan nasional.
Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kompleksitas lingkungan strategis global yang ditandai oleh perubahan iklim, percepatan teknologi, ketidakpastian geopolitik, serta gangguan rantai pasok energi dan pangan dunia. Dalam situasi tersebut, kemampuan pemerintah untuk menyampaikan informasi secara efektif kepada masyarakat menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan implementasi kebijakan nasional.
Menurut penulis, tantangan utama yang dihadapi Indonesia saat ini bukan hanya terkait ketersediaan energi dan pangan, tetapi juga belum optimalnya strategi komunikasi publik yang mampu menjelaskan urgensi kedua sektor tersebut kepada masyarakat secara terpadu. Akibatnya, berbagai program strategis pemerintah sering kali belum memperoleh pemahaman dan dukungan publik yang memadai.
KKP ini menjelaskan bahwa komunikasi publik mengenai energi dan pangan masih berlangsung secara sektoral, terfragmentasi, dan belum membentuk narasi nasional yang kuat. Padahal, di era digital yang ditandai derasnya arus informasi, masyarakat membutuhkan sumber informasi yang kredibel, konsisten, dan mudah dipahami agar tidak terjebak dalam misinformasi maupun disinformasi.
Dalam perspektif ketahanan nasional, energi dan pangan tidak lagi dipandang sebagai kebutuhan dasar semata, tetapi telah menjadi faktor strategis yang memengaruhi stabilitas ekonomi, sosial, politik, hingga keamanan negara. Oleh karena itu, pembangunan kesadaran publik mengenai pentingnya ketahanan energi dan pangan harus menjadi bagian integral dari strategi nasional.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif berbasis studi pustaka, data resmi pemerintah, serta berbagai referensi akademik. Pendekatan Astagatra digunakan sebagai kerangka analisis untuk melihat keterkaitan antara aspek geografi, demografi, sumber daya alam, ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan dalam konteks komunikasi publik.
