Danantara sebagai Mesin Baru Daya Saing Bangsa dan Pilar Ketahanan Ekonomi Nasional

Kertas Kerja Perorangan (KKP) yang disusun oleh Harry Andrian Simbolon, S.E., M.Ak., M.H., Ak., CA., CPA., CMA., QCRO, peserta Program Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVI Lemhannas RI Tahun 2025, mengangkat tema “Strategi Danantara Guna Meningkatkan Daya Saing Bangsa Dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Nasional”. Kajian ini lahir dari kesadaran bahwa Indonesia membutuhkan instrumen ekonomi baru yang mampu mengoptimalkan kekayaan negara, memperkuat daya saing nasional, serta menjadi pilar penting dalam menghadapi dinamika dan ketidakpastian ekonomi global.

Di tengah persaingan antarnegara yang semakin kompleks, daya saing bangsa tidak lagi ditentukan semata oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kemampuan mengelola investasi, menguasai teknologi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta membangun tata kelola ekonomi yang efektif dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, penguatan ketahanan ekonomi menjadi agenda strategis yang menentukan keberhasilan Indonesia menuju negara maju.

Kehadiran Danantara menjadi tonggak baru dalam transformasi ekonomi nasional. Sebagai Badan Pengelola Investasi Indonesia, Danantara dirancang untuk mengonsolidasikan dan mengoptimalkan aset negara, khususnya aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN), melalui pendekatan investasi modern dan profesional. Kehadiran lembaga ini juga menandai upaya Indonesia untuk menempatkan diri sejajar dengan berbagai Sovereign Wealth Fund (SWF) dunia yang telah sukses menjadi instrumen pembangunan dan pengelolaan kekayaan negara.

Pembentukan Danantara tidak terlepas dari berbagai persoalan mendasar yang dihadapi BUMN selama ini. Dari lebih dari seribu entitas BUMN dan anak perusahaan yang ada, hanya sebagian kecil yang memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara, sementara sebagian lainnya masih menghadapi persoalan efisiensi, tata kelola, dan profitabilitas. Kondisi tersebut menunjukkan adanya potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal dan memerlukan pendekatan baru yang lebih terintegrasi.

Dalam struktur kelembagaannya, Danantara dibangun melalui dua pilar utama, yaitu Danantara Asset Management (DAM) dan Danantara Investment Management (DIM). DAM bertugas mengelola, merestrukturisasi, dan mengoptimalkan aset serta operasional BUMN, sedangkan DIM berfungsi mengelola investasi, dividen, dan pendanaan berbagai proyek strategis nasional yang memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Scroll to Top