Penguatan Perikanan Tangkap Tradisional untuk Kedaulatan Pangan dan Ketahanan Nasional Indonesia

Sebagai think tank negara yang terus menghasilkan berbagai kajian strategis berbasis kebijakan, Lemhannas RI kembali menghadirkan gagasan penting melalui Kertas Kerja Perorangan (KKP) peserta P3N XXVI Tahun 2025, Laksamana Pertama TNI Erna Fauziah, S.E., M.Ak., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., berjudul “Penguatan Industri Perikanan Tangkap Tradisional yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing Guna Mewujudkan Kedaulatan Pangan dalam Rangka Mendukung Ketahanan Nasional.” Kajian ini mengangkat pentingnya transformasi sektor perikanan tangkap tradisional sebagai salah satu pilar strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan memperkuat ketahanan nasional Indonesia.

Kajian tersebut berangkat dari realitas bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan wilayah laut yang sangat luas dan sumber daya perikanan yang melimpah. Potensi tersebut seharusnya menjadi modal utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang berdaulat.

Namun demikian, besarnya potensi sumber daya kelautan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kondisi kesejahteraan nelayan tradisional. Di berbagai wilayah pesisir masih ditemukan tingkat kemiskinan yang relatif tinggi, keterbatasan akses modal, rendahnya penguasaan teknologi, serta lemahnya posisi tawar nelayan dalam rantai nilai industri perikanan nasional.

Melalui kajian ini, penulis menegaskan bahwa sektor perikanan tangkap tradisional memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kedaulatan pangan nasional. Ikan menjadi salah satu sumber protein utama masyarakat Indonesia sehingga keberlanjutan produksi dan distribusinya harus dijaga secara konsisten melalui tata kelola yang efektif dan berkelanjutan.

Kajian juga mengungkap adanya paradoks kemaritiman yang masih dihadapi Indonesia. Di satu sisi Indonesia memiliki kekayaan sumber daya laut yang besar, namun di sisi lain masyarakat pesisir sebagai pelaku utama sektor tersebut masih menghadapi berbagai keterbatasan yang berdampak pada rendahnya tingkat kesejahteraan dan daya saing.

Berbagai tantangan yang dihadapi sektor perikanan tangkap tradisional antara lain keterbatasan infrastruktur, minimnya fasilitas rantai dingin atau cold chain, tingginya kehilangan hasil pascapanen, serta belum optimalnya penerapan teknologi digital dalam proses produksi maupun pemasaran hasil tangkapan.

Scroll to Top