Transformasi digital telah menjadi salah satu pengungkit utama pembangunan nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Dalam konteks tersebut, Kertas Kerja Perorangan (KKP) berjudul “Penguatan Keamanan Siber UMKM Onboarding Guna Mendukung Pertumbuhan Ekonomi dalam Rangka Ketahanan Nasional” yang disusun oleh Dr. Edit Prima, M.Kom., peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVI Lemhannas RI Tahun 2025, mengangkat isu strategis mengenai pentingnya penguatan keamanan siber bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memasuki ekosistem digital sebagai fondasi penguatan ketahanan ekonomi nasional.
Perkembangan globalisasi dan digitalisasi telah mengubah karakter ancaman terhadap negara dari yang bersifat konvensional menjadi multidimensional. Ancaman tersebut tidak hanya menyasar aspek fisik, tetapi juga ruang siber yang menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi modern. Dalam situasi demikian, ketahanan nasional dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan lingkungan strategis yang berlangsung secara cepat dan dinamis.
Sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional, UMKM memiliki kontribusi yang sangat signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, berbagai program pemerintah diarahkan untuk mempercepat transformasi digital UMKM agar mampu meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar baik di tingkat nasional maupun global.
Melalui berbagai kebijakan nasional, pemerintah menargetkan puluhan juta UMKM untuk bergabung ke dalam ekosistem digital atau dikenal sebagai UMKM Onboarding. Program ini diharapkan mampu mendorong pemanfaatan platform digital, media sosial, layanan pembayaran elektronik, serta teknologi informasi lainnya sebagai instrumen pengembangan usaha yang lebih efektif dan efisien.
Namun demikian, digitalisasi UMKM tidak hanya menghadirkan peluang, tetapi juga berbagai risiko baru yang dapat mengancam keberlangsungan usaha. Semakin tingginya ketergantungan terhadap teknologi digital menyebabkan UMKM menjadi sasaran empuk berbagai bentuk serangan siber yang dapat menimbulkan kerugian finansial, kehilangan data, hingga menurunkan kepercayaan pelanggan.
Dalam kajiannya, penulis menyoroti bahwa tantangan utama keamanan siber UMKM terletak pada keterbatasan anggaran dan rendahnya kapasitas keamanan yang dimiliki pelaku usaha. Sebagian besar UMKM masih berfokus pada pemenuhan kebutuhan operasional sehari-hari sehingga belum menjadikan keamanan siber sebagai prioritas investasi strategis.
