Arya Fernandes, S.Sos., M.I.K melalui Kertas Kerja Perorangan (KKP) berjudul “Reformasi Sistem Politik Guna Memperkuat Akuntabilitas Partai Politik dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Nasional yang Tangguh” mengangkat isu strategis mengenai pentingnya pembenahan sistem politik Indonesia sebagai fondasi utama dalam memperkuat tata kelola demokrasi dan stabilitas nasional.
Gagasan utama dalam karya ini berangkat dari realitas bahwa partai politik memiliki posisi sentral dalam sistem demokrasi, namun belum sepenuhnya menunjukkan tingkat akuntabilitas yang optimal. Kondisi ini berdampak pada menurunnya kepercayaan publik serta berpotensi melemahkan kualitas representasi politik di tingkat nasional.
Penulis menyoroti bahwa sistem politik yang ada saat ini masih menghadapi berbagai tantangan struktural, terutama dalam aspek transparansi pendanaan partai, mekanisme rekrutmen kader, serta tata kelola internal organisasi politik. Ketidaksempurnaan ini menciptakan ruang bagi praktik-praktik yang tidak sejalan dengan prinsip demokrasi yang sehat.
Dalam konteks ketahanan nasional, akuntabilitas partai politik menjadi elemen penting karena berkaitan langsung dengan legitimasi pemerintahan dan stabilitas politik. Partai politik yang tidak akuntabel dapat memicu konflik kepentingan, korupsi politik, serta disfungsi dalam sistem pemerintahan.
Arya Fernandes menegaskan bahwa reformasi sistem politik harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan, mencakup pembenahan regulasi, peningkatan kapasitas kelembagaan partai, serta penguatan sistem pengawasan. Reformasi ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem demokrasi.
Salah satu fokus utama dalam KKP ini adalah reformasi sistem pemilu yang dinilai masih memiliki kelemahan dalam menjamin keterwakilan yang berkualitas. Sistem pemilu yang ada cenderung mendorong kompetisi yang mahal dan membuka peluang praktik politik uang yang merusak integritas demokrasi.
