Program Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVI Lemhannas RI Tahun 2025 kembali melahirkan berbagai pemikiran strategis yang berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara. Salah satu karya ilmiah yang menarik perhatian adalah Kertas Kerja Perorangan (KKP) karya Prof. Ir. Heni Fitriani, ST, MT, Ph.D, IPU, ASEAN Eng, Guru Besar Universitas Sriwijaya, dengan judul “Penyediaan Tiga Juta Rumah Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dalam Rangka Ketahanan Nasional”. KKP ini mengangkat isu perumahan sebagai kebutuhan dasar masyarakat yang memiliki keterkaitan erat dengan pembangunan kesejahteraan dan penguatan ketahanan nasional.
Dalam perspektif ketahanan nasional, kesejahteraan masyarakat merupakan salah satu fondasi utama bagi terwujudnya bangsa yang tangguh dan berdaya saing. Pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk perumahan yang layak huni, tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik bangunan, tetapi juga menyangkut kualitas hidup, kesehatan, pendidikan, produktivitas, dan stabilitas sosial masyarakat.
KKP ini menyoroti fakta bahwa Indonesia masih menghadapi persoalan backlog perumahan yang sangat besar. Data menunjukkan bahwa kebutuhan rumah layak bagi masyarakat mencapai sekitar 15 juta unit, sementara jutaan rumah tangga lainnya masih tinggal di hunian yang tidak memenuhi standar kelayakan.
Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah dipandang sebagai langkah strategis untuk menjawab persoalan tersebut. Program ini tidak hanya bertujuan membangun rumah baru, tetapi juga memperbaiki rumah tidak layak huni di wilayah perdesaan, kawasan pesisir, dan daerah perkotaan melalui pendekatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurut Prof. Heni Fitriani, penyediaan rumah layak merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan manusia Indonesia. Rumah yang layak akan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga, mendukung pendidikan anak, memperkuat produktivitas tenaga kerja, dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih harmonis.
Di sisi lain, sektor perumahan juga memiliki dampak ekonomi yang sangat besar. Industri perumahan memiliki keterkaitan dengan lebih dari 170 sektor industri turunan, mulai dari industri semen, baja, keramik, furnitur, jasa konstruksi, hingga sektor transportasi dan perdagangan. Oleh karena itu, percepatan pembangunan perumahan dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
