Lebih jauh, pengembangan energi terbarukan dapat meningkatkan daya tawar Indonesia di tingkat regional dan global. Dengan menjadi pelopor dalam konsep green defense, Indonesia berpotensi memainkan peran penting dalam diplomasi energi internasional.
Namun demikian, implementasi energi terbarukan di sektor pertahanan tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan pendekatan bertahap yang mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, dan sosial agar transisi energi dapat berjalan secara efektif.
Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan energi terbarukan. Sinergi antar pemangku kepentingan akan mempercepat proses inovasi dan implementasi teknologi.
Sebagai penutup, KKP ini menegaskan bahwa penguatan kapasitas energi terbarukan bukan hanya sebuah pilihan, melainkan kebutuhan strategis dalam menghadapi tantangan masa depan. Transformasi energi di sektor pertahanan menjadi langkah penting dalam mewujudkan ketahanan nasional yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan. (AT/GT)
