Kajian Dani Kustoni menyoroti masih adanya kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan talenta digital di Indonesia. Kebutuhan tenaga profesional di bidang teknologi digital dan keamanan siber terus meningkat, sementara ketersediaan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan masih belum mampu memenuhi permintaan nasional.
Kondisi tersebut diperparah oleh masih terbatasnya jumlah tenaga ahli yang memiliki sertifikasi profesional di bidang keamanan siber. Akibatnya, berbagai institusi pemerintah maupun sektor strategis nasional masih menghadapi tantangan dalam membangun sistem pertahanan siber yang kuat dan berkelanjutan.
Selain persoalan kuantitas, kualitas kompetensi juga menjadi perhatian utama. Penguasaan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan, analisis data besar, komputasi awan, forensik digital, dan keamanan jaringan perlu terus ditingkatkan agar Indonesia mampu bersaing dalam era ekonomi digital global.
Kajian ini juga menunjukkan bahwa tingginya angka kebocoran data dan serangan siber terhadap berbagai sektor strategis menjadi indikator perlunya pembenahan tata kelola keamanan informasi. Penguatan kompetensi SDM menjadi salah satu langkah fundamental untuk memperkuat sistem perlindungan data dan keamanan infrastruktur digital nasional.
Dalam perspektif ketahanan nasional, pembangunan talenta digital memiliki keterkaitan erat dengan berbagai gatra kehidupan bangsa. Talenta digital yang unggul akan mendukung penguatan sektor ekonomi, mempercepat inovasi teknologi, memperkuat stabilitas sosial, serta meningkatkan kapasitas pertahanan negara dalam menghadapi ancaman nonmiliter.
Pendekatan Asta Gatra yang digunakan dalam kajian ini menunjukkan bahwa keamanan siber memiliki hubungan yang sangat erat dengan ketahanan nasional secara menyeluruh. Ancaman yang muncul di ruang digital dapat berdampak langsung terhadap stabilitas politik, ekonomi, sosial budaya, hingga pertahanan dan keamanan negara.
Melihat kompleksitas tantangan tersebut, diperlukan strategi pembangunan talenta digital yang terintegrasi dan berkelanjutan. Pendidikan formal, pelatihan teknis, program sertifikasi, serta peningkatan literasi digital masyarakat harus berjalan secara sinergis untuk menghasilkan SDM yang kompeten dan adaptif.
