Optimalisasi SDM Pertanian di Era Krisis Global untuk Mewujudkan Kemandirian Pangan Nasional

Brigadir Jenderal TNI, Togu Parmonangan, S.I.P., M.M., melalui Kertas Kerja Perorangan (KKP) berjudul “Optimalisasi pemberdayaan SDM pertanian di tengah ancaman krisis pangan global guna mendukung kemandirian pangan dalam rangka ketahanan nasional”, menghadirkan pemikiran strategis terkait penguatan sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan nasional. Karya ini disusun dalam rangka mengikuti Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXV Tahun 2025 di Lemhannas RI sebagai bagian dari kontribusi intelektual terhadap pembangunan nasional. 

Krisis pangan global menjadi isu strategis yang semakin nyata dirasakan oleh berbagai negara, termasuk Indonesia, seiring meningkatnya tekanan akibat perubahan iklim, konflik geopolitik, dan gangguan rantai pasok global. Kondisi ini menuntut kesiapan nasional dalam menjaga ketersediaan pangan secara berkelanjutan dan mandiri.

Dalam konteks tersebut, sektor pertanian tidak lagi dapat dipandang sebagai sektor tradisional semata, melainkan harus menjadi sektor modern yang berbasis teknologi dan inovasi. Penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan tersebut.

Penulis menekankan bahwa pemberdayaan SDM pertanian merupakan proses strategis yang bertujuan meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan kemandirian petani dalam mengelola sumber daya secara efektif dan berkelanjutan.  Hal ini penting agar petani mampu beradaptasi dengan dinamika global yang semakin kompleks.

Berbagai tantangan masih dihadapi dalam pemberdayaan SDM pertanian, di antaranya rendahnya tingkat pendidikan petani, keterbatasan akses pelatihan, serta minimnya literasi teknologi. Kondisi ini menyebabkan kesenjangan kemampuan antarwilayah dan memperlambat adopsi inovasi di sektor pertanian. 

Selain itu, sektor pertanian masih dianggap kurang menarik bagi generasi muda karena rendahnya tingkat kesejahteraan dan citra sebagai pekerjaan yang kurang modern. Padahal, pertanian berbasis teknologi memiliki potensi besar untuk menjadi sektor unggulan yang kompetitif.

Data menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga kerja di sektor pertanian masih berpendidikan rendah, bahkan mayoritas hanya lulusan sekolah dasar. Hal ini berdampak langsung pada kemampuan petani dalam mengakses teknologi dan meningkatkan produktivitas. 

Scroll to Top