Membangun Ekosistem Ketahanan Pangan dan Energi sebagai Pilar Strategis Ketahanan Nasional Indonesia

Kertas Kerja Perorangan yang disusun oleh Ir. Buchari Bachter, M.T., peserta Program Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Lemhannas RI Tahun 2025, mengangkat judul “Membangun Ekosistem Ketahanan Pangan dan Energi dalam Rangka Ketahanan Nasional” sebagai refleksi atas tantangan strategis bangsa dalam menjaga kemandirian dan keberlanjutan pembangunan nasional. Karya ilmiah ini lahir dari kesadaran bahwa pangan dan energi merupakan dua kebutuhan dasar yang memiliki keterkaitan langsung dengan stabilitas sosial, ekonomi, dan politik nasional, sekaligus menjadi indikator penting kekuatan suatu negara dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

Indonesia dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah serta posisi geopolitik yang strategis, namun realitas menunjukkan masih adanya kerentanan struktural dalam pemenuhan pangan dan energi. Ketergantungan pada impor sejumlah komoditas pangan strategis dan dominasi energi fosil dalam bauran energi nasional menjadi sinyal bahwa sistem yang ada belum sepenuhnya tangguh dan berkelanjutan. Kondisi ini berpotensi melemahkan daya tahan nasional apabila tidak dikelola melalui pendekatan yang terintegrasi dan visioner.

Dalam konteks ketahanan nasional, pangan dan energi tidak dapat dipandang sebagai sektor yang berdiri sendiri. Keduanya saling berkelindan dalam satu ekosistem yang memengaruhi kesejahteraan masyarakat, daya saing ekonomi, serta kemampuan negara menjaga kedaulatannya. Gangguan pada salah satu sektor dapat memicu efek berantai yang berdampak luas, mulai dari inflasi, gejolak sosial, hingga melemahnya kepercayaan publik terhadap negara.

Melalui kajian ini, penulis menegaskan bahwa transformasi ekonomi nasional harus diarahkan pada pembangunan ekosistem ketahanan pangan dan energi yang saling terhubung, bukan parsial. Pendekatan sektoral yang terfragmentasi dinilai tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan era globalisasi, perubahan iklim, dan ketidakpastian geopolitik yang ditandai oleh situasi VUCA. Diperlukan cara pandang baru yang holistik, integratif, dan berorientasi jangka panjang.

Kertas Kerja ini menguraikan bahwa Indonesia sesungguhnya memiliki potensi besar dalam mengembangkan pangan dan energi secara simultan. Limbah pertanian dapat diolah menjadi sumber energi terbarukan, sementara pengembangan energi bersih dapat mendukung produktivitas dan efisiensi sektor pangan. Sinergi ini membuka peluang terciptanya nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan nasional secara berlapis.

Scroll to Top