Menyiapkan SDM Pertanian Tangguh, Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional

Strategi ketiga adalah percepatan transformasi teknologi pertanian melalui penguatan sistem penyuluhan dan literasi teknologi. Digitalisasi penyuluhan, pengembangan pusat pelatihan teknologi, peningkatan kompetensi penyuluh, serta demonstrasi teknologi melalui demonstration farm menjadi bagian dari upaya mempercepat transfer inovasi kepada petani.

Strategi keempat menempatkan wilayah perbatasan sebagai basis penguatan SDM pertanian dan ketahanan pangan nasional. Peningkatan akses pendidikan dan pelatihan, distribusi tenaga penyuluh secara proporsional, pengembangan kawasan pertanian berbasis potensi lokal, serta penguatan kelembagaan petani dan koperasi dinilai penting untuk membangun kapasitas produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan.

KKP ini menegaskan bahwa berbagai strategi tersebut harus dilaksanakan secara konsisten dan saling melengkapi. Penguatan kebijakan menjadi fondasi, regenerasi petani menjamin keberlanjutan pelaku sektor pertanian, transformasi teknologi meningkatkan produktivitas dan efisiensi, sedangkan penguatan SDM di wilayah perbatasan membantu mengurangi kesenjangan pembangunan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pada bagian rekomendasi, Amostian mendorong kolaborasi antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, sektor swasta, lembaga keuangan, dan masyarakat. Pemerintah diharapkan berperan sebagai lead integrator yang memastikan keterpaduan kebijakan, pemerataan implementasi, serta keberlanjutan program pengembangan SDM pertanian.

Pada akhirnya, peningkatan kualitas SDM pertanian perlu ditempatkan sebagai bagian integral dari agenda ketahanan nasional. SDM pertanian yang kompeten, adaptif terhadap teknologi, memiliki kemampuan kewirausahaan, serta memperoleh dukungan kebijakan dan kelembagaan yang memadai diharapkan mampu mendorong pertanian Indonesia menjadi lebih modern, produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Gagasan dalam KKP Amostian ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kajian strategis dalam menghadirkan pemikiran bagi penguatan ketahanan pangan dan pencapaian Indonesia Emas 2045. (IP/BIA)

Scroll to Top