Menjaga Anak di Ruang Digital, Menyiapkan SDM Unggul Indonesia 2045

Dari pemetaan permasalahan yang dilakukan, terdapat lima akar persoalan yang saling berkaitan, yaitu lemahnya literasi digital anak, manajemen yang belum kolaboratif, penegakan hukum yang masih menghadapi tantangan, teknologi dan platform yang belum sepenuhnya aman, serta budaya digital yang belum kuat.

Kelima persoalan tersebut menunjukkan bahwa perlindungan anak membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Penguatan kemampuan anak harus berjalan beriringan dengan pembenahan tata kelola, peningkatan kapasitas aparat, penguatan keamanan platform digital, dan pembangunan budaya digital yang sehat.

KKP ini juga menekankan pentingnya pemetaan nasional dan konsolidasi ekosistem digital yang berkeadilan dan inklusif. Upaya tersebut diperlukan agar kebijakan perlindungan anak memiliki perspektif digital yang dapat menjangkau masyarakat secara merata, termasuk wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.

Pada aspek tata kelola, diperlukan sinkronisasi dan koordinasi antara pemerintah dengan seluruh pemangku kepentingan. Penguatan kelembagaan, peningkatan koordinasi lintas sektor, pengawasan, serta dukungan anggaran menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan anak yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Penguatan perspektif perlindungan anak juga diarahkan pada peningkatan kapasitas penegakan hukum. Infrastruktur investigasi forensik digital serta kompetensi aparat perlu terus dikembangkan agar mampu merespons kasus-kasus kejahatan digital yang melibatkan anak secara lebih efektif.

Di sisi penyelenggara sistem elektronik, keamanan anak perlu menjadi bagian dari desain layanan digital. Fitur verifikasi usia, parental control, klasifikasi berbasis risiko, serta penerapan prinsip keamanan secara baku menjadi langkah yang didorong untuk meminimalkan risiko anak terpapar konten dan aktivitas digital yang berbahaya.

Pemanfaatan teknologi juga dapat diarahkan untuk mendukung perlindungan anak. KKP mendorong pemanfaatan Artificial Intelligence yang berorientasi pada manusia serta penguatan infrastruktur layanan rehabilitasi bagi anak yang menjadi korban adiksi maupun kekerasan digital.

Scroll to Top