Strategi berikutnya adalah “Misi Nasional Pengadaan Baja Strategis” yang mengintegrasikan kebutuhan baja strategis ke dalam RPJMN dan RKP. Penggunaan baja untuk kebutuhan infrastruktur strategis dan pertahanan diarahkan memenuhi spesifikasi tertentu, disertai insentif fiskal, jaminan offtake, serta penguatan riset dan pengembangan teknologi baja.
Kemandirian industri juga membutuhkan penguatan sektor hulu dan percepatan transisi hijau. Hal ini dapat dilakukan melalui pengembangan ekonomi sirkular baja, pengolahan scrap, pengamanan pasokan bijih besi dan batu bara kokas, serta penyusunan peta jalan dekarbonisasi yang terintegrasi dengan penyediaan energi bersih dan teknologi rendah emisi.
Untuk memastikan seluruh strategi berjalan terpadu, KKP merekomendasikan percepatan penetapan industri baja sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Status tersebut diharapkan menjadi enabler yang menyatukan kebijakan perdagangan, industri, energi, keuangan, infrastruktur, BUMN, dan logistik dalam satu kerangka penguatan industri baja nasional.
Penguatan industri baja memberikan dampak terhadap seluruh aspek Astagatra. Dari sisi ekonomi, kebijakan tersebut dapat mengurangi defisit perdagangan dan mempertahankan nilai rantai pasok baja di dalam negeri; dari sisi sosial, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kompetensi; sedangkan dari aspek pertahanan dan keamanan, mendukung ketersediaan material strategis secara mandiri.
Pada akhirnya, transformasi industri baja bukan sekadar agenda industrialisasi, melainkan bagian dari strategi memperkuat ketahanan nasional. Industri baja yang kuat akan meningkatkan kemandirian ekonomi, mengurangi ketergantungan impor, memperkuat pembangunan infrastruktur, serta meningkatkan kemampuan Indonesia menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik global.
KKP ini merekomendasikan empat langkah utama, yaitu membangun benteng pertahanan pasar infrastruktur nasional, menjalankan misi nasional penguasaan baja strategis, memperkuat kemandirian hulu dan transisi hijau, serta mempercepat status PSN industri baja. Implementasi terpadu keempat strategi tersebut diharapkan mampu menjadikan industri baja sebagai fondasi pembangunan infrastruktur sekaligus pilar penting Ketahanan Nasional Indonesia. (AT/GT)
