Hasil analisis SWOT menunjukkan posisi industri baja nasional berada pada kondisi yang menghadapi berbagai ancaman sekaligus memiliki kelemahan internal. Karena itu, diperlukan intervensi negara yang sistematis untuk memperkuat pasar domestik, meningkatkan kemampuan industri, menjamin bahan baku, serta mempercepat penguasaan teknologi strategis.
Dalam perspektif Strategic Trade Theory, perlindungan terhadap industri strategis dapat diperlukan ketika pasar global dipengaruhi subsidi, kelebihan kapasitas, dan persaingan tidak seimbang. Instrumen seperti BMAD, SNI, dan TKDN menjadi penting untuk menciptakan ruang tumbuh bagi industri nasional sekaligus menjaga kepentingan ekonomi strategis Indonesia.
Sementara itu, pendekatan Resource-Based View menekankan bahwa kemandirian ditentukan oleh kemampuan menguasai sumber daya yang bernilai, langka, sulit ditiru, dan tidak mudah digantikan. Karena itu, penguasaan teknologi, bahan baku, SDM, serta riset dan inovasi baja harus diperkuat melalui sinergi pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian.
Transformasi industri baja perlu dilakukan secara terpadu melalui dua arah utama, yaitu meningkatkan kuantitas produksi dan meningkatkan kualitas produk. Peningkatan kuantitas diarahkan untuk mengatasi persoalan biaya dan kapasitas, sedangkan peningkatan kualitas dilakukan melalui inovasi, investasi teknologi, dan pemanfaatan kebutuhan strategis pemerintah.
Salah satu langkah penting adalah membangun keterkaitan antara kebutuhan pembangunan infrastruktur dengan kemampuan industri nasional. Pengadaan baja untuk PSN dan IKN perlu diarahkan menggunakan spesifikasi strategis, termasuk baja tahan gempa dan baja rendah emisi, sehingga belanja infrastruktur sekaligus menjadi penggerak peningkatan kemampuan industri dalam negeri.
Penguatan pasar domestik dilakukan melalui “Benteng Pertahanan Pasar Infrastruktur Nasional”. Strategi ini mencakup penutupan celah impor, penguatan SNI dan TKDN, serta peningkatan penggunaan baja domestik. Target TKDN baja sebesar 60–70 persen dalam proyek pemerintah dan BUMN dapat mendorong peningkatan utilisasi industri nasional.
