Prof. Dr. Sri Warjiyati, S.H., M.H., Peserta Program Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVI Lemhannas RI Tahun 2025, melalui Kertas Kerja Perorangan (KKP) berjudul “Penguatan Kapasitas Aparat Penegak Hukum Guna Keberhasilan Mencapai Tugas Pokok dalam Rangka Ketahanan Nasional”, mengkaji pentingnya penguatan kapasitas Polri sebagai bagian integral dari ketahanan nasional. Kajian menekankan profesionalisme, integritas, kemanusiaan, empati, dan kepercayaan publik sebagai unsur penting keberhasilan tugas aparat penegak hukum.
Penegakan hukum merupakan fondasi ketahanan nasional karena memberikan kepastian hukum, perlindungan masyarakat, dan stabilitas sosial. Ketahanan nasional tidak hanya ditentukan kekuatan pertahanan, tetapi juga legitimasi serta kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum yang bekerja secara adil, profesional, dan akuntabel.
Kajian menemukan adanya kesenjangan antara norma ideal dan praktik penegakan hukum, antara lain persoalan profesionalisme, kekerasan, penyalahgunaan kewenangan, lemahnya pengawasan, serta persoalan kesehatan mental personel. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat dan melemahkan legitimasi institusi penegak hukum.
Fokus kajian diarahkan pada Polri, termasuk unit operasional yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas penegakan hukum. Penguatan kapasitas tidak hanya diarahkan pada kemampuan teknis, tetapi juga pendidikan, kesehatan mental, manajemen SDM, prosedur operasional, integritas, dan pengawasan.
KKP menegaskan bahwa kapasitas aparat harus dibangun secara utuh dengan menyeimbangkan aspek yuridis dan pendekatan humanis. Aparat tidak hanya dituntut mampu menggunakan kewenangan hukum, tetapi juga memberikan perlindungan, pelayanan, empati, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Kajian menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, analisis dokumen, dan studi kasus. Data berasal dari peraturan perundang-undangan, kebijakan Polri, jurnal, penelitian, serta publikasi lembaga terkait, kemudian dianalisis untuk menemukan kesenjangan, hambatan, dan rekomendasi kebijakan yang implementatif.
Pendekatan ketahanan nasional dan Asta Gatra digunakan untuk melihat persoalan secara komprehensif. Dengan pendekatan tersebut, penguatan kapasitas Polri ditempatkan sebagai bagian dari sistem nasional yang berpengaruh terhadap stabilitas, kohesi sosial, legitimasi negara, serta kemampuan bangsa menghadapi berbagai ancaman.
