Dari sisi ketahanan energi, penelitian menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mencapai target bauran energi baru terbarukan. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat transisi energi bersih dan pentingnya efisiensi energi dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, dalam sektor pangan, tantangan yang dihadapi mencakup ketergantungan terhadap beberapa komoditas impor, perubahan iklim, serta volatilitas harga pangan global. Komunikasi publik yang efektif diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk mendukung diversifikasi pangan dan pemanfaatan produk lokal.
Penulis juga menekankan pentingnya pendekatan Hexa Helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, media, dan sektor keuangan. Sinergi enam unsur tersebut diyakini mampu memperkuat efektivitas komunikasi publik sekaligus mempercepat implementasi kebijakan yang berorientasi pada ketahanan nasional.
Melalui pendekatan yang terintegrasi, komunikasi publik tidak lagi dipandang hanya sebagai sarana penyebaran informasi, tetapi menjadi instrumen strategis pertahanan nirmiliter yang berperan membangun kepercayaan publik, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan menjaga stabilitas nasional.
Rekomendasi yang dihasilkan dalam KKP ini mencakup integrasi perencanaan komunikasi publik ke dalam siklus kerja kementerian dan lembaga, pembentukan task force komunikasi nasional, penguatan kapasitas jurnalis data, pembangunan pusat komunikasi daerah, serta pengembangan Energy Food Data Hub sebagai basis kampanye nasional yang berkelanjutan.
Melalui gagasan SMONAR dan berbagai rekomendasi yang ditawarkan, KKP karya Haryo Ristamaji memberikan perspektif baru mengenai pentingnya komunikasi media dalam mendukung ketahanan energi dan pangan. Kajian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya ditentukan oleh kebijakan yang baik, tetapi juga oleh kemampuan negara membangun narasi yang mampu dipahami, dipercaya, dan didukung oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai fondasi utama Ketahanan Nasional Indonesia. (AT/BIA)
