Peran TNI Angkatan Laut dalam pembinaan potensi maritim turut menjadi bagian penting dalam penguatan pengelolaan wilayah pesisir. Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pengamanan wilayah laut, TNI AL berkontribusi dalam menciptakan kondisi yang kondusif bagi pengembangan ekonomi maritim sekaligus menjaga kedaulatan negara.
Dalam analisisnya, penulis menggunakan perspektif Ketahanan Nasional dengan pendekatan Astagatra dan AGHT untuk mengidentifikasi faktor-faktor strategis yang memengaruhi pengelolaan perikanan tangkap di Papua. Analisis tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi bersifat multidimensional, mencakup aspek geografi, demografi, sumber daya alam, ekonomi, sosial budaya, hingga pertahanan dan keamanan.
Berdasarkan hasil kajian, terdapat sejumlah opsi kebijakan yang dinilai potensial untuk diterapkan. Salah satunya adalah pengembangan model co-management yang melibatkan pemerintah daerah, TNI AL, dan komunitas nelayan dalam tata kelola sumber daya perikanan. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat.
Selain itu, hilirisasi dan digitalisasi rantai nilai perikanan menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkap. Pengembangan industri pengolahan berbasis masyarakat, pemanfaatan teknologi digital, serta perluasan akses pasar diyakini dapat meningkatkan pendapatan nelayan dan memperkuat ekonomi pesisir.
Kajian ini juga menekankan pentingnya reformasi tata kelola dan pengawasan laut berbasis teknologi. Pemanfaatan sistem pemantauan kapal, integrasi data perikanan, serta penguatan sinergi antarinstansi dinilai mampu menekan praktik IUU Fishing sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya laut.
Pada akhirnya, KKP ini menegaskan bahwa optimalisasi pengelolaan perikanan tangkap di Papua bukan semata-mata bertujuan meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat pesisir, memperkuat ketahanan pangan, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkokoh ketahanan nasional Indonesia. Dengan tata kelola yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan, potensi maritim Papua dapat menjadi kekuatan besar bagi pembangunan nasional sekaligus simbol kehadiran negara di wilayah terdepan Nusantara. (AT/GT)
