Mitigasi Dampak Perubahan Iklim Daerah Pesisir Guna Ketahanan Ekonomi dalam Rangka Ketahanan Nasional

Selain dampak fisik, perubahan iklim juga menimbulkan dampak sosial yang signifikan, seperti meningkatnya risiko penyakit, menurunnya kualitas lingkungan hidup, serta munculnya tekanan psikologis dan konflik sosial akibat perebutan sumber daya yang semakin terbatas. Kondisi ini berpotensi melemahkan kohesi sosial dan stabilitas masyarakat pesisir apabila tidak ditangani secara serius dan berkelanjutan.

Ketahanan ekonomi daerah pesisir menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas nasional karena sektor pesisir dan kelautan memiliki kontribusi strategis terhadap perekonomian Indonesia. Gangguan yang terjadi di wilayah pesisir tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga berimplikasi pada ketahanan pangan, ketahanan energi, serta kelancaran distribusi barang dan jasa di tingkat nasional.

Dalam perspektif ketahanan nasional, pelemahan ekonomi masyarakat pesisir dapat berkembang menjadi ancaman nonmiliter yang serius. Ketidakmampuan negara dalam melindungi dan memberdayakan wilayah pesisir akan membuka ruang bagi meningkatnya kerentanan sosial, ketimpangan pembangunan, dan menurunnya kepercayaan publik terhadap negara.

Upaya mitigasi dampak perubahan iklim di daerah pesisir menjadi kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda. Mitigasi tidak hanya dimaknai sebagai upaya teknis mengurangi dampak fisik perubahan iklim, tetapi juga sebagai strategi pembangunan yang terintegrasi untuk memperkuat ketahanan ekonomi, sosial, dan lingkungan secara simultan.

Pembangunan infrastruktur pesisir yang tahan terhadap perubahan iklim menjadi salah satu langkah strategis yang penting untuk melindungi masyarakat dan aktivitas ekonomi. Infrastruktur adaptif yang dirancang berdasarkan risiko iklim jangka panjang mampu mengurangi kerugian ekonomi sekaligus meningkatkan rasa aman dan keberlanjutan pembangunan wilayah pesisir.

Diversifikasi mata pencaharian masyarakat pesisir juga merupakan strategi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi. Pengembangan budidaya laut berkelanjutan, pengolahan hasil perikanan bernilai tambah, serta pengembangan ekowisata berbasis konservasi dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada satu sektor ekonomi yang rentan terhadap perubahan iklim.

Scroll to Top